Cuaca Ekstrem Landa Kasongan, DPRD dan BPBD Peringatkan Warga Waspadai Pohon Tumbang dan Tiang Roboh

0 comments

KASONGAN, kontenborneo.com – Kondisi cuaca di wilayah Kasongan dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir dinilai cukup ekstrem. Panas terik pada siang hari dapat seketika berubah menjadi hujan lebat disertai angin keras. Situasi ini mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua II DPRD Katingan, H. Wiwin Susanto.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, intensitas perubahan cuaca yang sangat cepat dapat menimbulkan risiko bencana, khususnya tumbangnya pohon dan robohnya tiang listrik. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala alam tersebut dan selalu menjaga kewaspadaan.

“Kita semua harus peka. Tidak bisa lagi berpatokan kalau siangnya cerah maka aman. Dua hari lalu juga sempat terjadi, cuaca awalnya panas, lalu mendadak hujan deras dan angin kencang hingga menyebabkan pohon tumbang di Jalan Samadi arah pasar Hurung,” jelas H. Wiwin Susanto pada Jumat (7/11) saat ditemui di Kantor DPRD Katingan.

Wiwin juga meminta warga mengutamakan keselamatan saat berada di luar ruangan. Jika hujan deras dan angin kencang tiba-tiba muncul, ia mengimbau masyarakat tidak berteduh di bawah pepohonan, tiang listrik, ataupun baliho, karena benda-benda tersebut berisiko roboh.

“Lebih baik berteduh di area yang kuat dan aman. Misalnya di teras toko atau halaman bangunan yang kokoh,” tambahnya.

Terpisah, Sekretaris BPBD Katingan, Sholehudin, membenarkan adanya peristiwa pohon tumbang akibat cuaca ekstrem tersebut. Ia menyebutkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Meskipun demikian, pihaknya kembali menekankan pentingnya antisipasi dini.

“Bagi pengendara, kalau melihat adanya perubahan langit dan angin mulai bertiup kencang, pilihan terbaik adalah menghentikan perjalanan sejenak. Cari tempat aman dulu. Ini untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk mengikuti peringatan dini cuaca dari pihak terkait dan tetap berhati-hati selama cuaca masih tidak stabil. (red/ARS/kontenborneo)