MARABAHAN ,kontenborneo– Bupati Barito Kuala, H. Bahrul Ilmi, memimpin langsung upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tahun 2026 di Halaman Kantor Bupati Barito Kuala, Senin (25/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengajak seluruh jajaran Forkopimda dan ASN untuk memperkuat komitmen daerah dalam melindungi generasi muda sebagai tunas bangsa.
Mengangkat tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, Bupati H. Bahrul Ilmi membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, yang menyoroti pentingnya adaptasi terhadap tantangan zaman. Bagi Bupati, semangat Harkitnas harus diimplementasikan melalui keberanian daerah untuk terus bergerak maju.
“Kebangkitan nasional merupakan sebuah proses dinamis yang menyesuaikan dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Kebangkitan berarti keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan,” ujar Bupati Bahrul Ilmi di hadapan para peserta upacara yang terdiri dari ASN dan anggota Kodim 1005 Barito Kuala.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Barito Kuala akan terus menyelaraskan program daerah dengan visi kemandirian yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyoroti pentingnya program-program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat, mulai dari sektor pendidikan seperti pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, hingga sektor kesehatan dan pemberdayaan ekonomi melalui koperasi desa.
Secara khusus, Bupati juga menaruh perhatian besar terhadap kebijakan perlindungan anak di ruang digital. Ia mendukung penuh langkah pemerintah pusat dalam membatasi akses media sosial bagi generasi di bawah usia 16 tahun.
“Kita harus memastikan ruang digital yang sehat, beretika, dan sesuai dengan tumbuh kembang anak kita. Ini adalah bagian dari upaya kita menjaga tunas bangsa agar tidak terpapar konten berisiko tinggi,” tegas Bupati Bahrul Ilmi.
Melalui peringatan ke-118 tahun ini, Bupati mengajak seluruh elemen di lingkup Pemkab Barito Kuala untuk tidak hanya bekerja secara rutin, namun juga menjadi garda terdepan dalam memastikan kemandirian dan kedaulatan bangsa dimulai dari tingkat daerah.(red/kontenborneo/kominfo)