PALANGKA RAYA,kontenborneo – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menegaskan komitmen kuat dalam mengawal program strategis pembangunan daerah. Komitmen ini disampaikan dalam talkshow bertajuk “Sinergi Forkopimda Kalimantan Tengah” yang disiarkan langsung dari Palangka Raya, Minggu (24/5/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Pangdam Tambun Bungai Zainul Arifin, Kapolda Kalteng Iwan Kurniawan, serta Kabinda Kalteng Muhammad Nurwah. Fokus utama diskusi yakni strategi menjaga keberlanjutan program unggulan daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyatakan bahwa efisiensi anggaran daerah sebesar 34,71 persen justru menjadi langkah untuk memfokuskan pendanaan agar lebih efektif.
“Waktu itu kami pangkas biaya yang kurang esensial seperti perjalanan dinas, alat tulis kantor, hingga rapat di hotel. Hasilnya, program KHBS bisa diimplementasikan bahkan anggarannya masih surplus. Kami ingin memastikan anggaran benar-benar hadir di tengah harapan rakyat secara terukur, dari pedalaman hingga perkotaan,” tegas Gubernur Agustiar.
Agustiar merinci bahwa penajaman anggaran ini tetap menjamin berjalannya program prioritas, seperti Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS), layanan kesehatan gratis berbasis KTP, hingga program pendidikan Satu Rumah Satu Sarjana. Ia juga menambahkan, Pemprov Kalteng terus memperkuat akses pendidikan melalui teknologi smart board serta menghibahkan lahan pribadi seluas 20 hektare untuk pembangunan Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat.
Di sisi keamanan, Kapolda Kalteng Iwan Kurniawan menyatakan kesiapan Polri dalam mengawal program pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Tugas kami adalah mewujudkan situasi yang kondusif sekaligus memastikan program berjalan tepat sasaran tanpa penyimpangan. Untuk MBG, kami juga melakukan pengecekan standar keamanan makanan melalui Biddokkes agar kualitas gizi yang diterima anak-anak benar-benar terjamin,” ungkap Iwan Kurniawan. Ia menambahkan bahwa Polri telah mengoperasikan 28 dapur umum, termasuk di wilayah 3T.
Dukungan serupa datang dari Pangdam Tambun Bungai, Zainul Arifin, yang mengerahkan prajurit TNI untuk mendata penerima manfaat dan melaksanakan Program Koperasi Merah Putih di 966 titik.
“Asas utamanya adalah asas manfaat untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat bawah. Walaupun kondisi geografis Kalteng yang didominasi rawa menjadi tantangan tersendiri, kami berkomitmen merampungkan pembangunan ini serta memastikan konektivitas antar desa terbuka melalui infrastruktur seperti Jembatan Garuda,” tutur Zainul Arifin.
Sementara itu, Kabinda Kalteng Muhammad Nurwah menekankan peran penting intelijen dalam menangkal hoaks. Menurutnya, deteksi dini diperlukan agar disinformasi tidak memecah belah masyarakat maupun mendiskreditkan pelayanan pemerintah.
Menutup rangkaian diskusi dalam momentum HUT ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah, seluruh jajaran Forkopimda sepakat bahwa sinergi lintas instansi adalah kunci utama keberhasilan pembangunan daerah demi membawa Kalimantan Tengah menghadapi tantangan global menuju Indonesia Emas 2045.(red/usm/mmckalteng/kontenborneo)