BARITO KUALA,kontenborneo – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung ketahanan pangan nasional dengan menerima kunjungan kerja Direktur Hilirisasi Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Freddy, pada Kamis (26/3). Sebagai tuan rumah, Pemkab Barito Kuala memfasilitasi monitoring bantuan sarana produksi sekaligus memantau capaian target Luas Tambah Tanam (LTT) padi di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Barito Kuala, H. Wahyu Waguna, mendampingi langsung kunjungan Pj Swasembada Pangan Kalsel tersebut ke Desa Jelapat II. Pemkab Barito Kuala memastikan bahwa bantuan sarana produksi pengolahan hasil komoditas nanas di Kelompok Wanita Tani (KWT) Karya Bunda Bersama telah berjalan sesuai fungsinya.
Dalam tinjauan tersebut, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala memaparkan keberhasilan KWT Karya Bunda Bersama yang aktif mengolah rata-rata 30 kilogram nanas per periode produksi. Produk-produk olahan seperti manisan, jelly, sirup, hingga sari buah nanas kini telah menjadi produk unggulan daerah yang dipasarkan melalui berbagai pameran hari jadi kabupaten hingga kegiatan kedinasan lainnya.
Sinergi Target Swasembada Pangan,selain fokus pada hilirisasi hortikultura, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala terus menggenjot capaian LTT padi yang ditargetkan menembus angka 20.200 hektare pada bulan Maret ini. Melalui Dinas Pertanian setempat, Pemkab Barito Kuala terus melakukan pengawalan intensif agar target luas tanam tersebut dapat tercapai guna memperkuat posisi daerah sebagai lumbung pangan di Kalimantan Selatan.
H. Wahyu Waguna menegaskan bahwa jajaran staf Pemerintah Kabupaten Barito Kuala akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat untuk mendorong peningkatan nilai tambah produk pertanian. Langkah ini diambil agar petani di Barito Kuala tidak hanya mampu memproduksi bahan mentah, tetapi juga terampil dalam mengolah hasil panen menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Melalui kunjungan monitoring ini, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala berharap koordinasi yang terjalin dapat mempercepat realisasi swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan para petani di Bumi Ije Jela.(red/kontenborneo/kominfo)
