PALANGKA RAYA, Kontenborneo — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) secara konsisten melakukan pendampingan rutin kepada pengurus dan pengawas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui pertemuan daring setiap Senin dan Jumat.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalteng, Rahmawati, mengatakan bahwa fokus percepatan pemerintah daerah saat ini berada pada kesiapan infrastruktur fisik, khususnya pembangunan gerai dan fasilitas pergudangan. Infrastruktur ini dinilai sebagai penopang utama operasional koperasi.
“Fokus kita sekarang adalah pembangunan gerai pergudangan KDKMP. Dari hasil pertemuan dengan Pangdam XXII/Tambun Bungai, kami diminta untuk mempercepat pembangunan Gerai hingga Maret 2026,” ungkap Rahmawati pada Sabtu, 3 Januari 2026, kepada awak media.
Rahmawati menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalteng telah melakukan koordinasi intensif lintas sektor, termasuk dengan unsur TNI, guna memastikan pembangunan berjalan sesuai jadwal. Target penyelesaian konstruksi dipatok pada awal 2026 agar koperasi dapat segera berfungsi optimal.
Mengenai kesiapan lokasi, Rahmawati menyebutkan kabar menggembirakan.
“Kesiapan lahan di Kalteng cukup menggembirakan. Saat ini sudah tersedia lebih dari 800 lokasi. Dari jumlah tersebut, ratusan titik telah melalui proses verifikasi, dan sebagian di antaranya dinyatakan siap untuk dibangun,” ujarnya.
Pendampingan rutin ini menjadi program utama Pemprov Kalteng untuk memastikan koperasi berjalan optimal, sekaligus berfungsi sebagai wadah koordinasi dan penyampaian berbagai kendala yang dihadapi pengurus di lapangan.
Selain pertemuan daring, Pemerintah Provinsi juga membentuk grup WhatsApp yang menghubungkan seluruh Koperasi Merah Putih se-Kalteng. Langkah ini bertujuan mempercepat penyampaian informasi, khususnya terkait kendala geografis dan peningkatan kapasitas SDM.
Pemprov Kalteng juga telah menjalin kerja sama melalui nota kesepahaman dengan pemerintah kabupaten dan kota. Kerja sama ini bertujuan mendorong penciptaan lapangan usaha baru di desa, selaras dengan implementasi program Kartu Huma Betang.
Saat ini, seluruh 1.542 Koperasi Merah Putih di Kalimantan Tengah telah berbadan hukum. Koperasi ini memiliki 145 unit usaha terverifikasi, dengan target pembangunan sekitar 400 gerai serta fasilitas pergudangan yang ditargetkan rampung pada Maret 2026.(red/kontenborneo)