PALANGKA RAYA ,kontenborneo– Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) resmi memulai proyek besar peningkatan dan penataan kawasan Sanaman Mantikei pada Tahun Anggaran 2026. Proyek ini merupakan komitmen nyata Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, untuk menghadirkan ruang publik yang representatif dan modern bagi seluruh lapisan masyarakat.
Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa pembangunan ini tidak hanya menyasar infrastruktur olahraga semata, melainkan dirancang sebagai pusat aktivitas masyarakat yang multifungsi.
“Pembangunan Stadion Mantikei bukan hanya tentang infrastruktur olahraga, tetapi tentang membangun pusat aktivitas masyarakat,” ujar Gubernur Agustiar di Palangka Raya, Senin (23/2/2026).
Pembangunan kawasan ini membawa misi krusial dalam meningkatkan kualitas hidup warga. Kehadiran ruang publik baru yang modern menjadi sarana vital bagi masyarakat untuk melepaskan penat sekaligus menjaga kebugaran fisik.
Dengan fasilitas olahraga yang lengkap dan terbuka bagi umum, pemerintah mendorong budaya hidup sehat (healthy lifestyle) guna menurunkan tingkat stres dan risiko penyakit tidak menular. Ruang terbuka hijau ini juga berfungsi sebagai “paru-paru kota” yang menyediakan udara bersih bagi warga yang berolahraga, menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental dan fisik secara berkelanjutan.
Pemerintah merancang Stadion Sanaman Mantikei sebagai tempat lahirnya atlet-atlet berprestasi sekaligus pusat penggerak ekonomi. Kawasan ini nantinya akan menampung pusat kuliner dan pelaku UMKM lokal agar ekonomi rakyat dapat tumbuh berdampingan dengan fasilitas publik.
Dengan mengusung konsep terpadu, Pemprov Kalteng akan melengkapi kawasan ini dengan berbagai fasilitas penunjang, antara lain:
- Fasilitas Olahraga: Jalur lari (jogging track), lapangan sepak takraw, outdoor gym, dan area mini golf.
- Fasilitas Sosial: Area bermain anak, pujasera (pusat kuliner), serta ruang terbuka hijau.
Pembangunan kawasan ini menggunakan dana APBD Tahun Anggaran 2026 sebagai bentuk investasi jangka panjang pemerintah daerah. Penataan kawasan Mantikei diharapkan mampu memperkuat interaksi sosial antarwarga serta membuka peluang usaha baru bagi para pelaku usaha kecil.
Gubernur menargetkan kawasan ini menjadi ikon ruang publik baru yang menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Kalimantan Tengah. Langkah ini sejalan dengan visi besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan infrastruktur yang inklusif dan berdampak ekonomi langsung.(red/usm/kontenborneo/Foto:PUPR Kalteng)

