BARITO KUALA,kontenborneo – Bupati Barito Kuala, H. Bahrul Ilmi, secara resmi menutup gelaran Kuliner Ramadan Baiman 1447 Hijriah di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Jembatan Barito, Minggu (15/3) sore. Acara penutupan ini menjadi simbol dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kebangkitan ekonomi kreatif di Bumi Ije Jela.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Barito Kuala Herman Susilo, S.M, Sekretaris Daerah Ir. H. Zulkifli Yadinoor, M.Sc, Ketua TP PKK Kabupaten, serta Ketua DWP Kabupaten Barito Kuala. Kehadiran para Pejabat Eselon II, camat, hingga jajaran APDESI Kabupaten Barito Kuala mempertegas komitmen bersama dalam menyukseskan program yang melibatkan masyarakat luas ini.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Kuliner Ramadan Baiman merupakan wadah strategis bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya pedagang kuliner, untuk memasarkan produk sekaligus mendorong aktivitas ekonomi lokal.
Bupati menilai berbagai transaksi yang terjadi selama kegiatan berlangsung menunjukkan adanya geliat ekonomi kreatif yang nyata. Selain menjadi pusat berburu takjil, kawasan ini sukses memberikan ruang promosi yang efektif bagi produk-produk lokal Barito Kuala.
Meskipun berjalan sukses, H. Bahrul Ilmi juga memberikan catatan terkait kendala cuaca, seperti hujan dan angin kencang yang sempat berdampak pada beberapa stan pedagang. Ia berharap hal tersebut menjadi bahan evaluasi agar penyelenggaraan di masa mendatang bisa lebih baik dan antisipatif.
Sebagai bentuk apresiasi, Bupati menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar), panitia pelaksana, para pedagang, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi.
Menutup arahannya, Bupati mengakhiri rangkaian acara dengan penuh khidmat.
“Dengan ini kegiatan Kuliner Ramadan Baiman 1447 Hijriah pada hari Minggu, 15 Maret 2026, secara resmi saya nyatakan selesai dan ditutup,” pungkasnya sembari mengucapkan Alhamdulillahirabbil ‘alamin.
(red/kontenborneo/kominfo/Foto : Prokopim)

