MUARA TEWEH,kontenborneo – Pemerintah Kabupaten Barito Utara resmi memulai pembangunan infrastruktur vital di wilayah perdesaan. Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, melakukan prosesi ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Liang Buah, Kecamatan Teweh Baru, pada Senin, 6 April 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kodam XXII/Tambun Bungai melalui Kodim 1013/Muara Teweh ini menjadi langkah nyata dalam membuka akses wilayah terisolasi. Mewakili Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, Wakil Bupati menegaskan bahwa infrastruktur tetap menjadi pilar utama strategi kemajuan daerah.
Pemerintah memproyeksikan jembatan ini sebagai urat nadi baru yang akan meningkatkan mobilitas warga, memperlancar distribusi logistik, serta membuka peluang ekonomi di sekitar aliran sungai. Dalam sambutannya, Felix Sonadie menekankan makna penting pembangunan ini bagi masa depan warga.
“Pembangunan jembatan ini bukan sekadar membangun struktur fisik beton dan baja, melainkan membangun harapan dan masa depan masyarakat. Kami ingin jembatan ini menjadi simbol kemajuan Barito Utara,” ujar Felix menyampaikan pesan Bupati.
Proyek ini juga merupakan bagian dari realisasi program Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk mempercepat pembangunan dari wilayah pinggiran. Dandim 1013 Muara Teweh, Letkol Inf Nurwahid, menyatakan komitmen TNI dalam mendukung percepatan proyek tersebut agar manfaatnya segera terasa.
“Hari ini kita meletakkan batu pertama dengan harapan besar agar jembatan ini segera memberi manfaat nyata. Kita ingin desa-desa di Barito Utara semakin maju dan berkembang sejajar dengan wilayah perkotaan,” tegas Dandim.
Jembatan gantung Perintis Garuda ini direncanakan memiliki panjang kurang lebih 200 meter dengan lebar 2 meter. Infrastruktur ini diharapkan menjadi tolak ukur keberhasilan pembangunan di Barito Utara sekaligus inspirasi bagi masyarakat untuk terus berinovasi.
Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Barito Utara Muhlis, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Camat Teweh Baru, Kepala Desa Liang Buah, serta tokoh masyarakat setempat.(red/kontenborneo/kominfo)