Barito Kuala, Kontenborneo.com – Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Barito Kuala menggelar acara Pemberian Apresiasi Desa Peduli Stunting Tingkat Kabupaten Barito Kuala. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Panca Karya, Kecamatan Alalak, Kamis (16/4/2026) ini menjadi bentuk penghargaan bagi desa yang berkomitmen penuh dalam pengentasan stunting.
Kepala Dinas DP2KBP3A Batola, dr. Hj. Azizah Sri Widari, M.P.H., melaporkan bahwa terdapat empat desa yang mendapatkan apresiasi karena berhasil mencetak angka nol stunting selama tiga bulan berturut-turut pada akhir tahun 2025.
“Kami laporkan kepada Bapak Selaku Ketua TPPS Kabupaten Barito Kuala, pada hari ini kita melaksanakan kegiatan apresiasi desa peduli stunting di Desa Panca Karya ini. Karena kita cukup berbangga Pak, dengan ada empat desa hari ini yang kita beri apresiasi di mana keempat desa ini menghasilkan nol stunting selama tiga bulan berturut-turut di tahun 2025, yaitu bulan Oktober, November, dan Desember,” lapor Azizah.
Secara khusus, Azizah memberikan pujian bagi Desa Panca Karya yang dinilai melampaui standar tersebut.
“Kalau yang tiga bulan, itu artinya memang ada komitmen untuk menurunkan stunting. Nah istimewanya Desa Panca Karya khususnya, di sini sudah lebih setahun nol stuntingnya. Upaya dari Pak Kades, tim desa, serta masyarakat yang kooperatif sangat luar biasa sehingga stunting bisa nol. Mudah-mudahan ini menjadi pemicu semangat untuk desa-desa lain,” tambahnya.
Wakil Bupati Barito Kuala, Herman Susilo, yang hadir selaku Ketua Tim Percepatan Pencegahan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Batola, menegaskan bahwa penanganan stunting bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan investasi masa depan negara.
“Berbicara tentang stunting, ini bukan hanya sekedar menjadi program atau mencari apresiasi, tetapi ini adalah tanggung jawab kita. Program ini harus dilakukan dengan kebersamaan, mulai dari orang tua, aparat desa, kecamatan, kabupaten, sampai tingkat nasional harus peduli,” tegas Herman Susilo.
Herman juga menyampaikan dukungannya terkait ketersediaan anggaran untuk mendukung program desa bebas stunting di masa mendatang.
“Saya yakin, dengan sampai setahun (nol stunting), tentunya ini adalah wujud kecintaan dan tanggung jawab Bapak-Ibu sekalian. Terkait harapan untuk menjadi Desa Bebas Stunting, insya Allah nanti kita rembukkan lagi karena kita sebagai kepala daerah harus mendukung penuh program ini. Soal dana, kita bisa cari. Terima kasih buat bapak ibu sekalian yang sudah bekerja sekuat tenaga, mudah-mudahan ini menjadi amal jariah,” imbuhnya.
Acara ditutup dengan penyerahan penghargaan berupa sertifikat dan uang sebesar 5 juta rupiah kepada empat desa terbaik, yakni:
- Desa Panca Karya (Kec. Alalak)
- Desa Karang Buah (Kec. Belawang)
- Desa Karang Dukuh (Kec. Belawang)
- Desa Bandar Karya (Kec. Tabukan)
Kegiatan ini turut didampingi oleh Kepala Dinas Sosial dan para Camat terkait sebagai bentuk dukungan lintas sektor terhadap program penurunan stunting di Kabupaten Barito Kuala.(red/Kontenborneo.com/kominfo)

Kegiatan Pemberian Apresiasi Desa Peduli Stunting Tingkat Kabupaten Barito Kuala (ist)
