Sinergi Disdik dan Polda Kalteng: 381 Siswa SMA/SMK Ikuti Pembinaan Polisi Keamanan Sekolah

0 comments

PALANGKA RAYA,kontenborneo – Sebanyak 381 siswa SMA/SMK perwakilan dari seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah mengikuti pembukaan pembinaan Polisi Keamanan Sekolah (PKS) di SPN Polda Kalteng, Jumat malam (13/2/2026). Kegiatan strategis ini bertujuan membekali generasi muda dengan kedisiplinan, pengetahuan lalu lintas, serta pembentukan karakter unggul.

Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Safrudin, yang mewakili Plt. Kepala Dinas Pendidikan Muhammad Reza Prabowo, memberikan apresiasi tinggi kepada Direktorat Lalu Lintas Polda Kalteng atas inisiasi program ini.

“Atas nama Pemerintah Provinsi dan Dinas Pendidikan Kalteng, kami menyampaikan terima kasih atas sinergi luar biasa dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan kepolisian, kamtibmas, serta pembinaan karakter,” ujar Safrudin dalam sambutannya.

Safrudin menegaskan bahwa para peserta bukan sekadar petugas simbolis, melainkan kader siswa yang harus menjadi pelopor disiplin di sekolah masing-masing. Ia juga mengingatkan para siswa agar bijak menghadapi tantangan di era digital.

“Kalian adalah agen perubahan, pelopor dalam menegakkan tata tertib, serta menumbuhkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan sekolah. Di ruang virtual, kalian harus menjadi pelopor media sosial yang bijak dan menghindari hoaks serta perundungan,” tegasnya.

Selain itu, Safrudin meneruskan pesan Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, agar para pemuda menuntut ilmu setinggi mungkin, menjauhi narkoba, dan menghindari pergaulan bebas demi masa depan.

Sementara itu, perwakilan Polda Kalteng, Imam Riyadi, menjelaskan bahwa seluruh peserta wajib mengikuti aturan ketat kehidupan siswa kepolisian selama di SPN. Setiap pergerakan peserta dilakukan dalam ikatan pleton untuk memupuk kebersamaan dan kedisiplinan.

“Di sini kita diajarkan disiplin, kebersamaan, dan tanggung jawab. Tidak ada ego sektoral, semuanya saling menghargai karena di SPN ini kita satu bumi kandung dan semuanya bersaudara,” ungkap Imam.

Peserta memulai aktivitas sejak pukul 04.00 WIB untuk ibadah dan melanjutkan rangkaian materi, baik di dalam maupun luar ruangan. Pembentukan pleton sengaja dilakukan secara acak—tidak berdasarkan asal daerah—sebagai simbol kebhinekaan tanpa sekat suku dan agama.

Melihat pentingnya materi yang diberikan, Dinas Pendidikan Kalteng berharap durasi kegiatan ini dapat diperpanjang dari tiga hari menjadi lima hingga tujuh hari di masa mendatang. Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan penambahan kuota peserta dengan menyesuaikan kapasitas fasilitas yang ada di SPN Polda Kalteng.

Langkah kolaboratif antara dunia pendidikan dan kepolisian ini diharapkan mampu mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan kondusif di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. (red/usmkontenborneo/MMCkalteng)