Sekda Zulkipli Yadi Noor Tekankan Pentingnya Indeks Kepuasan Masyarakat dalam Pelayanan Publik

0 comments

MARABAHAN,kontenborneo – Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Kuala, H. Zulkipli Yadi Noor, memimpin langsung Rapat Evaluasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Berbasis Hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) di Aula Mufakat Marabahan pada Senin (13/04). Rapat yang dihadiri para camat, lurah, serta perwakilan UPTD puskesmas se-Kabupaten Barito Kuala ini menjadi wadah untuk menekankan pentingnya kualitas pelayanan yang berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Usai memimpin rapat, H. Zulkipli Yadi Noor menyampaikan bahwa evaluasi ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk mengukur sejauh mana kinerja pelayanan publik yang telah berjalan, terutama pada unit yang bersentuhan langsung dengan warga. Ia menegaskan bahwa pemerintah perlu memantau perkembangan data secara berkala untuk memastikan standar layanan tetap terjaga.

“Rapat ini kita laksanakan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan masyarakat berdasarkan hasil SKM, baik tahun 2024 maupun 2025. Kita ingin melihat apakah terjadi peningkatan atau penurunan Indeks Kepuasan Masyarakat, serta apa saja faktor yang memengaruhinya,” ujar Zulkipli.

Zulkipli menjelaskan bahwa evaluasi tersebut memiliki dua fokus utama guna memastikan akurasi data di lapangan. Pertama, tim menganalisis tren Indeks Kepuasan Masyarakat dari berbagai unit pelayanan seperti kecamatan, puskesmas, rumah sakit, hingga klinik. Kedua, tim mengkaji sembilan unsur penilaian dalam SKM secara mendalam untuk mengidentifikasi aspek pelayanan mana saja yang masih memerlukan perbaikan atau peningkatan.

Situasi Rapat Evaluasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Berbasis Hasil Survei Kepuasan Masyarakat (skm) Di Aula Mufakat Marabahan

Situasi Rapat Evaluasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Berbasis Hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Di Aula Mufakat Marabahan (ist)

Menurut Sekda, jika ditemukan penurunan pada indeks maupun unsur penilaian tertentu, maka instansi terkait harus segera melakukan penelusuran penyebab masalah dan merumuskan solusi yang tepat. Ia menekankan bahwa angka statistik bukan sekadar formalitas, melainkan cerminan kualitas kerja perangkat daerah.

“Kita tidak hanya melihat angka, tetapi juga menggali apa yang menjadi penyebab turunnya nilai pada unsur tertentu. Dari situ kita tentukan langkah perbaikan agar ke depan pelayanan publik semakin baik dan memenuhi harapan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Zulkipli mengingatkan bahwa pelayanan publik yang berkualitas adalah wujud nyata kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat. Ia berharap seluruh penyelenggara layanan di Barito Kuala terus berbenah dan meningkatkan komitmen mereka agar masyarakat merasakan manfaat pelayanan secara prima dan profesional. Melalui evaluasi ini, seluruh unit layanan diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang mempermudah urusan warga di masa mendatang.(red/kontenborneo/kominfo)