MARABAHAN ,kontenborneo– Bupati Barito Kuala (Batola), H. Bahrul Ilmi, resmi membuka gelaran Pasar Rakyat di Lapangan 5 Desember Marabahan, Senin (12/01/2026) sore. Selain memeriahkan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Barito Kuala, ajang ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk memperkuat sektor ekonomi kerakyatan.
Bupati Bahrul Ilmi menegaskan bahwa Pasar Rakyat berfungsi sebagai wadah promosi bagi produk unggulan daerah. Ia berharap kegiatan ini memicu semangat pelaku UMKM untuk lebih aktif mengembangkan usaha agar perekonomian daerah semakin maju.
“Dari hasil laporan panitia, peserta yang mengikuti Pasar Rakyat ini cukup banyak. Semua unsur instansi pemerintah maupun swasta mendukung untuk berbuat baik kepada masyarakat,” ujar Bahrul Ilmi dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa antusiasme tinggi dari para peserta menjadi sinyal positif bahwa roda perekonomian di Kabupaten Batola terus bergerak dinamis. Meski wilayah tersebut sempat terdampak musibah banjir, Bupati meminta seluruh jajaran untuk tetap optimis.
“Kita jangan sampai tinggal diam. Walaupun ada terjadi musibah banjir, kita tetap bersemangat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Bupati berharap Pasar Rakyat ini menjadi agenda rutin tahunan yang terus berkembang. Ia menginginkan perayaan hari jadi kabupaten memberikan dampak psikologis dan spiritual yang positif bagi warga.
“Mudah-mudahan pelaksanaan Pasar Rakyat ini menjadi keberuntungan dan berkah bagi kita semua, serta kampung halaman kita terhindar dari bala bencana,” tutup Bahrul.
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Kopperindag) Batola, Hery Sasmita, menjelaskan bahwa Pasar Rakyat akan berlangsung selama sepuluh hari, mulai 12 hingga 21 Januari 2026.
Pihak panitia telah menyiapkan fasilitas yang memadai untuk menampung ratusan pedagang, dengan rincian sebagai berikut:
- Tenda UMKM & Instansi: 84 unit.
- Lapak PKL: 100 unit.
- Sektor Kuliner: Mengalami lonjakan peserta (membludak).
Selain transaksi perdagangan, pengunjung dapat menikmati berbagai hiburan seni tradisional maupun modern setiap malam, kecuali pada malam Jumat. Beberapa dinas terkait juga membuka stan pelayanan publik secara langsung di lokasi acara untuk mempermudah urusan administrasi masyarakat.(red/kontenborneo)

