Bupati H. Shalahuddin Instruksikan Kepala OPD Kawal Proyek Strategis Nasional ke Kementerian

0 comments

MUARA TEWEH,kontenborneo – Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, memimpin rapat koordinasi bersama seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Aula Setda Lantai I pada Senin (12/01). Dalam rapat yang didampingi Sekretaris Daerah Drs. Muhlis tersebut, Bupati menegaskan bahwa penyerapan anggaran, opini pengelolaan keuangan, serta Monitoring Center for Prevention (MCP) merupakan tiga indikator utama yang menentukan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Bupati H. Shalahuddin meminta seluruh perangkat daerah memberikan perhatian serius terhadap kualitas tata kelola pemerintahan. Ia menekankan bahwa kinerja instansi akan dinilai dari sejauh mana mereka mampu merealisasikan program kerja secara transparan dan akuntabel. Selain membahas evaluasi internal, Bupati juga memaparkan sejumlah agenda strategis yang akan dikonsultasikan ke tingkat pusat dalam waktu dekat.

“Penyerapan anggaran, opini pengelolaan keuangan pemerintah daerah, dan MCP harus menjadi perhatian serius seluruh perangkat daerah, karena sangat menentukan kinerja pemerintahan dan kepercayaan publik,” tegas H. Shalahuddin di hadapan jajaran pimpinan OPD Barito Utara.

Salah satu agenda prioritas yang menjadi sorotan adalah rencana pembangunan Jembatan Hasan Basri II. Bupati menjelaskan bahwa langkah persiapan harus diambil sejak dini mengingat umur teknis Jembatan Hasan Basri I diperkirakan hanya tersisa sekitar 9 hingga 11 tahun lagi. Ia menginstruksikan jajarannya untuk segera memperbarui dokumen studi kelayakan (feasibility study) serta engineering design agar dapat dikonsultasikan dengan kementerian terkait di Jakarta.

Terkait skema pembiayaan Jembatan Hasan Basri II, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Barito Utara tidak menanggung biaya pembangunan secara langsung, melainkan menggunakan skema konsorsium. Peran pemerintah daerah akan difokuskan pada aspek teknis, perencanaan, dan supervisi. Bupati meminta desain jembatan mengutamakan fungsi dan daya dukung dengan bentang tengah mencapai 150 hingga 200 meter agar mampu mendukung aktivitas angkutan logistik dan batubara tanpa mengganggu operasional jembatan lama.

Selain jembatan, Bupati H. Shalahuddin turut menekankan percepatan pembangunan Bendungan Joloi yang telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Ia menilai keberadaan bendungan ini sangat vital sebagai solusi pengendalian banjir yang kerap melanda wilayah Barito Utara hingga beberapa kali dalam setahun. Bupati meminta perangkat daerah terkait aktif menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Murung Raya dan kementerian terkait untuk mendorong realisasi proyek ini.

Mengakhiri rapat tersebut, Bupati meminta seluruh jajaran OPD untuk menindaklanjuti arahannya secara terencana dan terukur. Ia berharap kerja sama yang solid antarinstansi dapat mempercepat pembangunan infrastruktur strategis sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi seluruh masyarakat Barito Utara.(red/sal)