PALANGKA RAYA – Wakil Ketua II DPRD Kota Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung, menyoroti kondisi infrastruktur di wilayah pinggiran kota yang dinilai masih memerlukan perhatian serius dari Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur belum berjalan merata, terutama di kawasan seperti Kecamatan Rakumpit yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses transportasi darat.
“Minimal masyarakat dapat melintas melalui jalur darat dengan adanya jembatan, sehingga tidak lagi harus mengandalkan jalur air untuk ke Kota Palangka Raya,” ujar Nenie, Sabtu (13/9/2025).
Ia mengungkapkan, sebagian warga di daerah pelosok masih bergantung pada perahu kelotok sebagai sarana transportasi menuju pusat kota. Kondisi tersebut, kata dia, menyulitkan aktivitas warga, terutama dalam mengangkut hasil pertanian maupun mengakses layanan publik.
Nenie menegaskan, infrastruktur yang memadai akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, karena dapat memperlancar distribusi barang dan jasa, mempercepat konektivitas antarwilayah, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru.
Politikus PDI Perjuangan ini menilai, jika pemerintah lebih serius memperhatikan pembangunan akses jalan dan sarana pendukung lainnya di wilayah pinggiran, maka potensi ekonomi setempat dapat tumbuh lebih cepat dan berkelanjutan.
“Pemerataan pembangunan antara wilayah pusat kota dan pinggiran sangat penting. Ketimpangan yang terus dibiarkan hanya akan memperlebar jurang kesejahteraan di masyarakat,” tegasnya.
Nenie berharap, Pemko Palangka Raya dapat menindaklanjuti aspirasi masyarakat wilayah terpencil dalam perencanaan pembangunan mendatang, sehingga seluruh warga—termasuk di daerah pelosok—bisa merasakan manfaat yang sama dari hasil pembangunan daerah. (red)

















