MARABAHAN – Ketua DPRD Barito Kuala (Batola), Ayu Dyan Liliana Sari Wiryono, menegaskan bahwa pihaknya siap menjadi fasilitator penyelesaian persoalan yang dihadapi dua organisasi kontraktor di daerah setempat. Hal itu disampaikannya usai memimpin rapat dengar pendapat dengan perwakilan kontraktor, Rabu (17/09/2025), di gedung DPRD Batola.
“Alhamdulillah kita sudah melaksanakan pertemuan dengan dua organisasi kontraktor. Kami dengarkan keluhan yang mereka sampaikan, sekaligus meminta penjelasan dari dinas terkait. Ada sedikit pencerahan yang kita dapatkan,” ucap Ayu.
Politisi Partai Golkar ini menegaskan, DPRD Batola tidak akan tinggal diam melihat keresahan yang ada. Menurutnya, seluruh masukan dan unek-unek dari para kontraktor akan segera ditindaklanjuti dalam rapat internal dewan.
“Tujuan kita jelas, Batola harus aman dan jangan sampai ada gejolak. Semua keluh kesah kontraktor akan kita fasilitasi. Salah satunya soal penundaan proyek yang menjadi kendala utama mereka,” katanya tegas.
Sementara itu, Plt Kadis PUPR Batola, H. Akhdiyat Sabari, menjelaskan bahwa keterlambatan pekerjaan konstruksi terjadi karena transisi sistem pengadaan dari E-Katalog 5 ke E-Katalog 6. “Minggu depan Insya Allah E-Katalog 6 sudah bisa dilaksanakan sehingga pekerjaan bisa segera dimulai,” ungkapnya.
Ketua Gapensi Batola, Aliansyah, turut mengapresiasi kesempatan berdialog dengan DPRD. Ia berharap permasalahan yang disampaikan dapat segera menemukan solusi agar dunia usaha konstruksi di Batola kembali bergerak normal.
Dengan tegas, Ketua DPRD Batola menutup pertemuan itu dengan komitmen mendampingi seluruh proses penyelesaian. “DPRD akan memastikan hak dan kepentingan masyarakat, termasuk kontraktor, tetap diperjuangkan,” pungkas Ayu Dyan Liliana Sari Wiryono. (red)