PANGKALAN BUN,kontenborneo – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bergerak cepat mengintervensi harga pangan dan membantu daya beli masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri dan Nyepi 2026. Pemprov menyalurkan berbagai bantuan mulai dari Bantuan Pangan Presiden, Pasar Murah, hingga Bantuan Tunai Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) secara serentak di 14 kabupaten/kota. Kegiatan berlangsung di Kabupaten Kotawaringin Barat, Lapangan Sampuraga Lama Pangkalan Bun, Minggu (15/3/2026)
Di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Gubernur Kalimantan Tengah memimpin langsung penyaluran 16.255 paket Bantuan Pangan Presiden periode Februari–Maret. Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng untuk memastikan stok pangan di rumah tangga aman.
Gubernur Kalimantan Tengah menegaskan bahwa seluruh rangkaian program ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah momentum hari besar keagamaan.
“Kegiatan ini kita gelar sebagai wujud kepedulian dan kehadiran pemerintah untuk meringankan beban masyarakat. Ini adalah bukti nyata komitmen kami untuk tetap memprioritaskan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan warga,” ujar Gubernur saat meninjau lokasi kegiatan di Pangkalan Bun, Senin (16/3).

Pemerintah Provinsi memberikan subsidi besar-besaran melalui program Pasar Murah. Dari 3.900 paket yang disediakan, masyarakat hanya perlu membayar Rp10.000 untuk satu paket sembako senilai Rp147.500. Selisih harga sebesar Rp137.500 ditanggung sepenuhnya oleh subsidi pemerintah provinsi., dalam hal ini program yang dilaksanakan berupa bantuan disalurkan meliputi Gerakan Pangan Murah: 1.000 paket sayuran dan buah, serta 500 tabak telur, Bantuan Tunai KHBS: Menyasar 2.000 penerima manfaat untuk memperkuat jaring pengaman sosial, Layanan Kesehatan: Pemeriksaan kesehatan gratis (CKG) yang mencakup cek tekanan darah, status gizi, skrining kesehatan jiwa, hingga pemeriksaan khusus lansia.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Gubernur didampingi oleh unsur Forkopimda Kalteng, Plt. Sekda Leonard S. Ampung, Bupati Kobar Nurhidayah, serta sejumlah Kepala OPD termasuk Kepala Biro Adpim Johni Sonder. Program serupa diharapkan dapat terus menekan angka inflasi daerah sekaligus memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat merayakan hari raya dengan tenang.(red/usm/kontenborneo)

















