BANJARMASIN,kontenborneo โ Memasuki bulan suci Ramadan, Bank Mandiri Region IX/Kalimantan mempertegas komitmennya dalam menghadirkan manfaat sosial berkelanjutan bagi masyarakat. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan semangat โHargai Momen Keberkahan dengan Berbagi Kebaikanโ, Bank Mandiri menggelar aksi nyata dengan menyasar ribuan penerima manfaat di wilayah Banjarmasin.
Puncak kegiatan berlangsung pada Rabu (11/3/2026) di Gedung Chandra, yang dihadiri langsung oleh Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, bersama jajaran pimpinan pusat dan Regional CEO Region IX/Kalimantan, Agus Kurniawan.
Sebagai wujud kepedulian di wilayah operasionalnya, Bank Mandiri Region IX/Kalimantan secara spesifik telah menyalurkan berbagai bantuan strategis bagi warga Banua, meliputi:
- 1.500 Paket Bantuan Sekolah: Disalurkan bagi anak yatim piatu yang tersebar di 48 panti asuhan.
- 100 Paket Bantuan Kesehatan: Diberikan khusus bagi lansia di 2 panti jompo.
- 747 Paket Sembako: Didistribusikan untuk meringankan beban kaum dhuafa.
- 250 Peserta Sunatan Massal: Memberikan layanan khitanan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momentum strategis untuk memperkuat solidaritas sosial melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Secara nasional, melalui program Mandiri Berbagi Kebaikan, Mandiri Group menyalurkan bantuan kepada lebih dari 114.000 penerima manfaat. Program ini menyasar yatim piatu, lansia, dhuafa, komunitas rentan, hingga masyarakat di sekitar wilayah kerja perseroan.
Tak hanya bantuan logistik, untuk melengkapi kebahagiaan menyambut Idul Fitri, Bank Mandiri juga menghadirkan program Mudik Gratis dengan 80 kota tujuan yang dapat diikuti oleh masyarakat umum.
Melalui berbagai inisiatif ini, Bank Mandiri terus menegaskan komitmennya sebagai agen pembangunan yang tidak hanya menghadirkan layanan perbankan unggul, tetapi juga berperan aktif dalam memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian di tengah masyarakat Kalimantan.(red/kontenborneo)


















