PALANGKA RAYA,kontenborneo – Momentum bulan suci Ramadan menjadi sarana bagi Dewan Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Tengah dan Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah untuk mempererat hubungan kerja sama. Melalui kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Palangka Raya, Ahad (15/3), kedua lembaga ini berkomitmen meningkatkan sinergi demi mewujudkan ekosistem informasi yang sehat.
Ketua SMSI Kalteng, Akhiruddin, menyampaikan bahwa kekuatan organisasi saat ini tidak terlepas dari peran serta para tokoh senior yang terus mengawal langkah SMSI di Bumi Tambun Bungai.
“Sejak awal berdiri hingga saat ini, SMSI Kalimantan Tengah mendapat dukungan dari para tokoh yang tergabung dalam Dewan Pertimbangan dan Dewan Penasehat. Ketua Dewan Pertimbangan Brigjen Pol Amostian bersama anggota Dewan Pertimbangan H. Andi, Muhammad Taufik Hidayat, H. Heru Hidayat, dan AKBP (Purn) Mansur Siraje, serta Dewan Penasehat yang dipimpin H. Noor Ivansyah dan Sekretaris H. Andi Kadarusman terus memberikan dukungan agar SMSI semakin berkembang,” jelas Akhiruddin.

Dukungan tersebut, lanjutnya, menjadi motivasi bagi seluruh pengurus untuk terus membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum. Hal ini disambut baik oleh Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Budi Rachmat yang hadir dalam acara tersebut.
Kombes Pol Budi Rachmat menegaskan bahwa kolaborasi antara kepolisian dan insan pers sangat krusial dalam menjaga kondusivitas daerah dan keterbukaan informasi publik.
“Kami siap bersinergi dengan rekan-rekan media, khususnya SMSI Kalimantan Tengah. Kolaborasi ini penting tidak hanya untuk mempermudah tugas masing-masing, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan Indonesia yang lebih maju,” tegas Kombes Pol Budi Rachmat.
Pertemuan yang berlangsung hangat ini ditutup dengan tausiah keagamaan. Kedua belah pihak berharap hubungan yang harmonis ini dapat terus terjaga sehingga penyampaian informasi kepada masyarakat dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan bertanggung jawab, terutama dalam menangkal arus disinformasi di era digital.(red/usm/ril SMSIKalteng)


















