PALANGKA RAYA,kontenborneo – Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, secara tegas meminta Pemerintah Kota Palangka Raya segera memulai pelaksanaan seluruh program pembangunan Tahun Anggaran (TA) 2026 dan menghindari penumpukan pekerjaan di akhir tahun.
Penegasan ini muncul setelah Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menerbitkan nomor registrasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
Subandi menyatakan bahwa terbitnya nomor registrasi APBD ini memberikan sinyal kepada pemerintah kota untuk langsung mengeksekusi program dan kegiatan yang telah direncanakan, terutama yang menyangkut kegiatan fisik.
“Nomor registrasi APBD sudah keluar, artinya pemerintah kota sudah bisa langsung start. Harapan kami, kegiatan-kegiatan fisik bisa segera dilelang sejak awal tahun,” ujar Subandi pada Rabu (7/1/2026) malam.
Menurut Subandi, percepatan pelaksanaan pembangunan sangat penting. Ia menjelaskan, pengerjaan proyek yang terfokus pada penghujung tahun anggaran sering kali berdampak buruk pada kualitas pekerjaan dan efektivitas penyerapan anggaran.
Ia menyarankan Pemerintah Kota Palangka Raya mengatur pelaksanaan pembangunan secara bertahap sejak awal tahun.
“Mana yang bisa dikerjakan di triwulan satu dan dua sebaiknya dilaksanakan lebih dulu. Jadi nanti di triwulan empat tinggal pekerjaan yang ringan, bukan justru pekerjaan berat,” jelasnya.
Subandi menambahkan, pola kerja bertahap ini juga berfungsi vital untuk memastikan seluruh anggaran dapat terserap secara optimal, sehingga hasil pembangunan dapat dirasakan maksimal oleh masyarakat.
DPRD Kota Palangka Raya, tegas Subandi, akan terus mengawal pelaksanaan APBD 2026 agar prosesnya berjalan sesuai dengan perencanaan dan ketentuan yang berlaku.(red/kontenborneo)

















