Akses Jalan Rusak Hambat Petani Samuda, Anggota DPRD Sutik Desak Perbaikan 10 Km Jalur Pertanian

0 comments

PALANGKA RAYA, Kontenborneo.com – Anggota DPRD Provinsi Kalteng, Sutik, menyoroti beratnya perjuangan para petani di Samuda dalam mengangkut hasil panen mereka. Ia menyampaikan temuan ini setelah melaksanakan reses dan turun langsung mendengar keluhan masyarakat di daerah tersebut.

Menurut Sutik, banyak petani masih bergantung pada perahu kecil untuk membawa hasil panen melintasi sungai. Jalur air menjadi satu-satunya pilihan karena kondisi jalan menuju lahan pertanian tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan.

“Perahu kecil hanya bisa membawa sedikit setiap perjalanan, sementara biaya bahan bakarnya tidak murah,” ucap Sutik, Jumat (14/11/2025).

Ia menggambarkan petani harus bolak-balik menyusuri sungai, bahkan dalam cuaca yang tidak menentu. Situasi ini membuat waktu, tenaga, dan biaya yang mereka keluarkan jauh lebih besar dibanding keuntungan yang diperoleh.

Politisi Partai Gerindra Kalteng ini menambahkan bahwa akses jalan menuju kawasan pertanian sebenarnya sudah ada, namun kondisinya sangat memprihatinkan. Jalan rusak, berlubang, dan berubah menjadi lumpur ketika hujan, sehingga tidak dapat dimanfaatkan sebagai jalur transportasi utama. Perbaikan menyeluruh dinilai menjadi kebutuhan mendesak bagi petani.

Sutik juga mengungkapkan bahwa meskipun pemerintah pusat telah mengirimkan bantuan berupa alat berat dan mesin penggilingan padi, bantuan itu belum bisa dimanfaatkan secara optimal tanpa didukung infrastruktur jalan yang memadai.

“Yang paling dibutuhkan sekarang adalah peningkatan jalan sekitar 10 kilometer,” tegas Sutik.

Ia berharap aspirasi yang diterima dapat segera ditindaklanjuti pemerintah daerah. Menurutnya, memperbaiki akses jalan bukan hanya mempermudah petani mengangkut hasil panen, tetapi juga menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Samuda secara berkelanjutan. (red/kontenborneo.com)