JAKARTA, kontenborneo — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) kembali mengukuhkan langkah strategis sebagai salah satu konstituen Dewan Pers. Bertempat di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, SMSI secara resmi mengukuhkan Kelompok Kerja (Pokja) Newsroom Jaga Desa pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
Kegiatan yang dihadiri tidak kurang dari seratus peserta dan undangan ini melibatkan lima provinsi sebagai pilot project, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.
Ketua Umum SMSI Pusat, Drs. Firdaus, M.Si., menyatakan bahwa pengukuhan ini merupakan bentuk komitmen organisasi dalam merawat desa sebagai manifestasi dari upaya merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
‘’Saya setuju Desa menjadi garda depan dan etalase negara, tidak menjadi entitas yang dinomorduakan,’’ ujar Drs. Firdaus, M.Si., di hadapan para pengurus dan tamu undangan.
Lebih lanjut, Firdaus memaparkan bahwa kelima provinsi pelopor tersebut akan segera disusul dengan konsolidasi serentak di seluruh provinsi di Indonesia dalam waktu dekat. Dalam kesempatan yang sama, SMSI turut menyampaikan usulan khusus kepada pemerintah terkait kondisi Gedung Dewan Pers yang dinilai sudah tidak representatif untuk menampung seluruh konstituen yang saat ini masih terpisah-pisah.
Di tengah hiruk-pikuk informasi mengenai eskalasi demonstrasi, inisiatif yang digagas SMSI ini mendapat apresiasi tinggi dari penasihat ekonomi Presiden, Hasyim S. Djoyohadikusumo, yang hadir sebagai keynote speaker. Adik kandung Presiden RI ke-8 Prabowo Subiyanto ini menilai bahwa kegiatan tersebut sekaligus memberikan testimoni nyata bahwa Jakarta tetap aman dan kondusif.
‘’Saya percaya SMSI, saya mengapresiasi kegiatan ini karena itu saya datang. Ini bukan hanya konfirmasi, tetapi testimoni nyata di sini (Jakarta-red) aman dan kondusif. Selamat SMSI, ini kegiatan positif, dan sangat bagus,’’ ucap Hasyim S. Djoyohadikusumo.
Dalam arahannya, tokoh nasional tersebut berpesan agar SMSI dan jajaran media siber di tanah air senantiasa menjaga profesionalisme dan menyajikan informasi secara utuh berdasarkan data dan fakta.
‘’Jangan menjadi pers yang menyesatkan. Sampaikan informasi secara utuh dengan data dan fakta,’’ cetus putra begawan ekonomi Soemitro Djoyohadikusumo ini.
Menanggapi usulan Ketua Umum SMSI mengenai pembenahan Gedung Dewan Pers, Hasyim merespons dengan sangat positif dan berjanji akan segera menindaklanjutinya bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Tanggapan tersebut langsung disambut dengan sorak aplaus meriah dari seluruh peserta yang hadir.
Rangkaian acara ditutup dengan dialog nasional yang menghadirkan Dewan Penasehat SMSI Jawa Timur, Prof. Dr. Achmad Riyad U.B., Ph.D., bersama pakar ekonomi dan perbankan. Diskusi yang berjalan interaktif dan kritis tersebut dipandu secara bernas oleh guru besar PTIK, Prof. Dr. Albertus Wahyu Rudhanto.(red/rls)


















