Pastikan Stok Ramadan Aman, Satgas Pangan Polda Kalsel Awasi Ketat Harga Bapok di Banjarmasin

0 comments

BANJARMASIN,kontenborneo – Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) bergerak cepat mengantisipasi lonjakan harga pokok menjelang bulan suci Ramadan. Tim melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Kuripan, Banjarmasin, pada Senin (16/3/2026) pagi untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan.

Kompol Suryanthi, S.H., memimpin langsung sidak yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut. Ia didampingi oleh AKP Suparli, S.H., M.H., serta sejumlah personel yakni Aiptu Taufan Eriwibowo, S.H., Bripka Rizal G, S.H., M.M., Bripka Fathi, S.H., dan Brigadir Andreanus Manalu, S.H. Tim menyusuri lorong pasar dan berdialog langsung dengan pedagang guna mengecek kesesuaian harga dengan regulasi pemerintah.

Dalam temuan di lapangan, Kompol Suryanthi mengungkapkan bahwa meski stok pangan secara umum aman, beberapa komoditas penting masih dijual melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Pembelian (HAP).

“Kita menemukan harga beras premium di salah satu pedagang di kisaran Rp15.400 hingga Rp16.000 per kilogram. Angka ini berada di atas HET sesuai Perbadan 5 Tahun 2024 yang menetapkan HET Beras Premium di angka Rp15.400 per kilogram. Meskipun harganya tinggi, stok beras premium di lapangan terpantau aman,” ujar Kompol Suryanthi di lokasi.

Satgas Pangan Polda Kalsel Awasi Ketat Harga Bapok Di Banjarmasin

Satgas Pangan Polda Kalsel inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Kuripan, Banjarmasin (ist)

Selain beras, tim menyoroti lonjakan tajam harga cabai rawit merah yang menyentuh angka Rp90.000 per kilogram. Harga ini jauh melampaui acuan pemerintah yang berada di rentang Rp40.000 hingga Rp57.000 per kilogram. Sementara itu, daging sapi juga dijual seharga Rp160.000 per kilogram, di atas harga acuan maksimal Rp140.000.

“Stok daging sapi terpantau aman, namun harganya perlu kami catat dan akan kami koordinasikan lebih lanjut dengan instansi terkait,” tambah Kompol Suryanthi.

Di sisi lain, harga komoditas seperti telur ayam, bawang merah, bawang putih, gula pasir, hingga Minyakita terpantau masih stabil dan sesuai aturan pemerintah dengan stok yang mencukupi.

Kompol Suryanthi menegaskan bahwa temuan ini akan segera dikoordinasikan dengan Dinas Perdagangan dan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Ia pun memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan tidak wajar di tengah persiapan masyarakat menyambut Ramadan.

“Kami akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi. Kami imbau kepada pedagang untuk menjual sesuai ketentuan agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Jika ditemukan indikasi penimbunan atau permainan harga yang meresahkan, kami tidak akan segan untuk menindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Langkah preventif ini diharapkan dapat menjaga psikologi pasar sehingga masyarakat Kalimantan Selatan dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa terbebani harga pangan yang meroket.(red/kontenborneo/hmspoldakalsel)