PALANGKA RAYA,kontenborneo.com – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar audiensi dengan pihak Pertamina di Istana Isen Mulang, Kamis (8/5/2026). Selain membahas teknis pasokan, Gubernur secara khusus meminta peran aktif wartawan untuk membantu mengawasi distribusi BBM di lapangan agar tepat sasaran.
Dalam dialog yang berlangsung pukul 15.30 WIB tersebut, Gubernur menekankan bahwa pengawasan dari insan pers sangat penting untuk memastikan tidak ada penyimpangan yang merugikan masyarakat.
“Kami berharap dalam hal ini kita utamakan yang memang berhak dulu. Sama-sama kita awasi supaya BBM ini tidak langka lagi,” ujar Agustiar di hadapan jajaran Forkopimda dan awak media.
Terkait kondisi di SPBU, perwakilan Pertamina, Doni, memastikan stok BBM aman dengan menambah pasokan Pertamax hingga 200-205 kiloliter per hari dan memperpanjang jam operasional SPBU hingga pukul 01.00 WIB. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas antrean panjang yang terjadi beberapa hari terakhir.
Selain pengawasan, Gubernur Agustiar menyoroti nasib pedagang eceran. Ia mengungkapkan telah menyurati BP Migas untuk menambah kuota BBM Kalteng sekaligus mengupayakan legalitas bagi pengecer agar bisa menjadi bagian dari distribusi resmi atau sub-SPBU.
“Kedua, supaya eceran ini jadi legal,” tegas Gubernur sebagai bentuk keberpihakan pada ekonomi kerakyatan bagi warga yang jauh dari jangkauan SPBU resmi.
Dari sisi penegakan hukum, Kapolda Kalteng melaporkan ketegasan aparat dalam menyapu bersih praktik ilegal. “Sampai saat ini kami sudah mengamankan kurang lebih sembilan tersangka dengan enam laporan polisi,” ungkap Kapolda terkait kasus penimbunan BBM.
Sementara itu, Pangdam mengimbau media tidak hanya membantu pengawasan, tetapi juga memberikan informasi yang menenangkan agar tidak terjadi panic buying. Sinergi antara pemerintah, aparat, Pertamina, dan wartawan ini diharapkan mampu menormalisasi distribusi BBM di Kalimantan Tengah demi kelancaran roda ekonomi masyarakat. (red/usm)