SAMPIT, kontenborneo.com – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran, meluapkan kekecewaannya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Optimalisasi Pendapatan Daerah di Gedung Serba Guna Sampit, Jumat (19/9). Pasalnya, dari 65 perusahaan di Kotawaringin Timur dan Seruyan yang diundang, hanya enam direktur yang hadir. Sementara 32 perusahaan lain hanya diwakili.
Meski telah menjalani agenda yang padat, Gubernur Agustiar tetap hadir dalam rakor tersebut. Namun, kehadiran para direktur perusahaan yang minim membuatnya geram.
“Saya malas sebenarnya menyampaikan ini, tapi faktanya yang hadir hanya enam direktur. Sisanya banyak diwakilkan. Kalau merasa bukan direktur, sebaiknya tinggalkan ruangan ini,” tegas Agustiar.
Soroti Kurangnya Kontribusi Perusahaan dan Ancam Tindak Tegas
Menurut Agustiar, ketidakhadiran pimpinan perusahaan menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap pemerintah. Ia menegaskan bahwa undangan ditujukan khusus untuk para direktur, bukan perwakilan.
“Kalau saya hadir di sini sebagai Gubernur, mestinya direktur juga datang langsung. Jangan sepelekan pemerintah. Saya beri waktu seminggu, perusahaan mana pun yang bandel, terutama soal pajak, akan saya kejar,” ujarnya.
Gubernur juga menyoroti rendahnya kepedulian perusahaan terhadap masyarakat Kalteng. Hal ini terkait kewajiban Corporate Social Responsibility (CSR), kewajiban plasma, hingga kontribusi perbaikan jalan yang rusak akibat kendaraan berat milik perusahaan.
“Bicara CSR sering tidak konsisten, soal plat kendaraan banyak yang pakai plat luar daerah. Apa saya harus tutup jalan provinsi supaya kalian tidak bisa lewat? Jalan rusak, beban anggaran daerah makin berat, sementara keuntungan besar justru kalian bawa keluar Kalteng,” katanya.
Agustiar menegaskan ia tidak menuntut hal muluk-muluk dari perusahaan, melainkan hanya komitmen nyata untuk mendukung pembangunan daerah.
“Saya tidak bicara masa lalu, saya bicara masa depan. Mari kita jalankan usaha dengan akur, rukun, dan sesuai aturan. Kalau taat regulasi, semua akan berjalan lancar, ekonomi daerah tumbuh, dan masyarakat ikut merasakan manfaatnya,” pungkasnya. (red/kontenborneo.com/MMCKalteng)