KATINGAN, kontenborneo.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan, Realita S.Pd, menyatakan dukungan kuat terhadap rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan membentuk relawan yang akan bertugas sebagai tenaga pendidik (guru).
Realita mengungkapkan dukungannya kepada sejumlah awak media pada Rabu (25/6). Ia melihat langkah ini sebagai solusi konkret untuk mengatasi defisit tenaga pendidik, khususnya di wilayah terpencil Katingan.
“Langkah ini sebagai salah satu solusi untuk mengatasi kekurangan guru di daerah kita Kabupaten Katingan, utamanya untuk memenuhi kebutuhan guru di wilayah terpencil,” kata Realita S.Pd.
Anggota DPRD yang berlatar belakang sarjana pendidikan ini menerangkan bahwa sejumlah sekolah dari berbagai jenjang, terutama SD dan SMP di desa-desa terpencil, masih mengalami kekurangan tenaga pendidik. Kekurangan ini mencakup guru mata pelajaran spesifik seperti guru matematika, guru agama dari berbagai agama, dan guru lainnya.
“Sehingga, dibentuklah relawan pendidik sebagai solusi nyata untuk mengatasi kekurangan guru di Kabupaten Katingan ini,” terang Realita , legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Jika program relawan pendidik ini terealisasi, Realita berharap kualitas pendidikan di Kabupaten Katingan dapat meningkat dan setiap anak di daerah itu memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
“Jika kualitasnya meningkat, Sumber Daya Manusia (SDM) di darah kita juga ikut meningkat,” ujar Realita, seraya menekankan pentingnya sinergi antara DPRD dan Pemkab dalam menjalankan program pendidikan.
Wakil rakyat asal dapil Katingan II ini menambahkan bahwa rencana pembentukan relawan pendidik ini juga akan membantu pemerataan akses pendidikan dan berdampak positif pada peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten berjuluk Bumi Penyang Hinje Simpei ini.
Secara terpisah, Bupati Katingan, Saiful, memberikan pengakuan bahwa Pemkab akan mempertimbangkan wacana pembentukan relawan pendidik tersebut.
Saiful menyatakan tujuannya adalah untuk memenuhi kekurangan guru di sekolah-sekolah yang tersebar di Kabupaten Katingan, terutama di desa-desa yang jauh dari ibu kota kabupaten. (red/ARS)