Muara Teweh,kontenborneo – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dissiptaka) Kabupaten Barito Utara menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan Arsip Dinamis dan Penerapan Aplikasi SRIKANDI bagi seluruh perangkat daerah selama dua hari. Kegiatan yang dimulai pada hari Selasa di Aula Dissiptaka ini bertujuan mempercepat implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di bidang kearsipan,(11/11)
Kepala Dissiptaka Barito Utara, H. Fakhri Fauzi, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan aparatur dalam mengelola arsip, baik secara manual maupun elektronik, dan mendorong penggunaan aplikasi SRIKANDI secara optimal. Fakhri menekankan, “Kami ingin seluruh perangkat daerah memiliki pemahaman yang sama tentang pentingnya arsip sebagai bukti autentik penyelenggaraan pemerintahan.”
Fakhri juga menyoroti data kearsipan daerah, di mana hasil digitalisasi arsip tahun 2024 menunjukkan nilai 64,94 (kategori Baik). Namun, ia menyebut nilai pengawasan nasional kearsipan masih berkategori Kurang dengan skor 47,37. Kondisi ini menjadi dasar perlunya peningkatan kapasitas pengelola arsip.
Acara dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kesra, drg. Dwi Agus Setijowati, dengan menghadirkan narasumber dari Arsip Nasional RI (ANRI), Dra. Prihatni Wuryatmini, M.Hum., serta Pinandita Syafrisman, S.Sos. Fakhri berharap komitmen ini akan mewujudkan tata kelola arsip yang lebih modern dan terintegrasi.