MUARA TEWEH ,kontenborneo.com– Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, memimpin langsung peninjauan sejumlah proyek infrastruktur dan fasilitas publik di wilayahnya, Kamis (4/6/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh agenda pembangunan berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Rangkaian peninjauan dimulai dari kawasan Waterfront City (WFC) Perkimtan Lanjas dan WFC Pendopo, berlanjut ke pemeriksaan progres pembangunan turap di Karang Jawa. Bupati kemudian meninjau rencana lokasi pelaksanaan Batara Expo, mengecek kesiapan Mall Pelayanan Publik (MPP), dan menutup agenda dengan memeriksa progres pembangunan Jembatan Lemo.
Dalam arahannya, H. Shalahuddin menegaskan bahwa pembangunan yang tengah dilaksanakan merupakan investasi bagi kesejahteraan masyarakat di masa depan. “Pembangunan yang kita lakukan hari ini adalah warisan untuk kesejahteraan masyarakat Barito Utara esok hari. Saya minta seluruh pihak bekerja dengan komitmen penuh, tanpa menunda-nunda,” ujarnya.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati menyampaikan empat poin instruksi strategis:
- Kualitas WFC dan Turap Karang Jawa: Bupati menekankan bahwa proyek harus mengutamakan struktur yang kokoh karena berdampak langsung pada estetika kota dan mitigasi abrasi, serta harus selesai sesuai kalender kerja.
- Persiapan Batara Expo: Lokasi di halaman Kantor Bupati harus dipersiapkan matang, mulai dari tata letak hingga aksesibilitas, agar event tersebut mampu menjadi motor penggerak ekonomi UMKM lokal.
- Integrasi Mall Pelayanan Publik (MPP): Bupati memerintahkan percepatan penyelesaian MPP dengan standar kenyamanan tinggi, guna memangkas birokrasi dan mempermudah masyarakat dalam mengurus keperluan administratif.
- Aksesibilitas Jembatan Lemo: Sebagai urat nadi konektivitas yang krusial, Bupati meminta sisa pekerjaan dipercepat dengan tetap mematuhi standar keselamatan kerja (K3) agar mobilitas warga dan logistik segera lancar.
Menutup arahannya, H. Shalahuddin memberikan instruksi tegas kepada para kepala dinas dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) untuk melakukan pengawasan langsung ke lapangan.
“Jangan hanya menerima laporan di balik meja. Jika ditemukan kendala teknis, segera koordinasikan dan cari solusinya bersama,” pungkas Bupati.

















