BANJARMASIN,kontenborneo.com – Bupati Barito Kuala (Batola), H. Bahrul Ilmi, berdiskusi dengan manajemen PT Pupuk Indonesia di Banjarmasin pada Senin (20/10/2025) untuk mengoptimalkan ketersediaan dan penyerapan pupuk bersubsidi bagi petani di Batola.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Bahrul Ilmi menekankan pentingnya penyerapan pupuk bersubsidi secara menyeluruh. Ia mengapresiasi dukungan PT Pupuk Indonesia selama ini. “PT Pupuk Indonesia selama ini banyak membantu kelancaran penyaluran pupuk bagi petani di Batola,” ujar Bupati setelah pertemuan. Ia optimis hasil diskusi akan memberikan manfaat yang didambakan masyarakat Batola, dan berharap kelancaran penyaluran berlanjut hingga tahun 2026 dan seterusnya.
Bupati Batola mengungkapkan bahwa kuota pupuk dari PT Pupuk Indonesia untuk Batola saat ini sudah memadai, tetapi serapannya belum maksimal, baru mencapai 50 sampai 60 persen. “Insya Allah kita berjuang bersama-sama agar penyerapannya maksimal. Kalo perlu kita tambah kuota lagi,” tegasnya.
Pihak Pemkab Batola juga menyatakan dukungan penuh terhadap program Presiden Prabowo tentang Koperasi Merah Putih (KPM) dan bertekad menghidupkan 201 KPM di Batola. Bupati berharap, “Keberadaan Koperasi Merah Putih di semua desa di Batola sangat bagus, sehingga dapat membantu penyaluran pupuk agar lebih maksimal.”

Sementara itu, Manajer Penjualan Kalseltimtara PT Pupuk Indonesia, Nanda Tryhadi RS, menyambut baik masukan dari Bupati Batola dan perwakilan dinas terkait. Ia menyatakan pihaknya mendapatkan inspirasi untuk menyejahterakan petani Batola.
“Terkait dengan audiensi tadi, akan kami tindak lanjuti karena untuk kepentingan petani di Batola,” jelas Nanda. Ia juga menindaklanjuti rencana kerja sama dengan Perusda Aneka Usaha Selidah sesuai mekanisme yang berlaku.
Nanda Tryhadi RS merinci kuota pupuk Batola untuk tahun 2025 mencapai 22 ribu ton untuk semua komoditas, dengan serapan saat ini sudah hampir 60 persen. “Sisa bulan November dan Desember kita maksimalkan lagi,” tegasnya.
Terkait distribusi, ia menjelaskan saat ini Batola hanya memiliki satu Pelaku Usaha Distribusi (PUD) setelah salah satu distributor mundur. Pihak PT Pupuk Indonesia menyatakan terbuka untuk penambahan PUD baru dan akan memprosesnya sesuai aturan.
Bupati Batola didampingi Kepala Dinas Koperasi Perdagangan Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag), Dinas Pertanian dan Tananan Pangan Hortikultura (TPH), Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappelitbang) Batola, dan Perusda Aneka Usaha Selidah, dan disambut Manajer Penjualan Kalseltimtara PT Pupuk Indonesia Nanda Tryhadi RS beserta jajarannya. (red/kontenborneo.com)


















