Nasional

Manuver politik Joko Widodo memperkuat PSI di daerah memicu desakan reshuffle kabinet bulan Juni sebagai langkah meredam gejolak sosial dan menstabilkan ekonomi.

Geliat Bayang-Bayang Sang Mantan

Bagikan
Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia, Firdaus
Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia, Firdaus
Bagikan

Oleh: Firdaus

Di bawah langit daerah yang kian temaram, piring-piring nasi rakyat makin menyusut. Tekanan ekonomi, melambungnya harga barang pokok, dan redupnya daya beli bermuara pada satu muara yang sama: penurunan kualitas hidup masyarakat di daerah. Namun, potret buram di lapisan bawah ini kontras dengan apa yang terpampang di etalase media sosial para elite. Di ibu kota dan pusat-pusat kekuasaan, para aktivis partai yang memiliki kedekatan dengan lingkaran istana—baik rezim terdahulu maupun sekarang—justru pamer gaya hidup megah yang mencolok mata.

Disparitas ekonomi ini ibarat sekam kering yang siap menyala. Di tengah kerentanan sosial tersebut, sebuah letup provokatif justru datang dari Solo. Pernyataan mantan Presiden Joko Widodo yang secara terbuka menyatakan bakal turun gunung ke tingkat kota dan kabupaten demi memperkuat Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai banyak pihak sebagai langkah yang kurang sensitif.

Sejumlah analis politik melihat keberanian Jokowi bersikap jemawa bukan tanpa modal. Meski tak lagi bersemayam di Istana Negara, sang mantan presiden diduga masih memegang kendali atas jejaring informal yang masif. Ia dinilai dengan mudah dapat menggerakkan konsolidasi politik di daerah menggunakan sisa-sisa pengaruh network kekuasaan lamanya.

Bagi sebagian kalangan, manuver ini bukan lagi sekadar konsolidasi internal partai, melainkan sebuah bentuk unjuk kuasa dan provokasi politik terbuka. Di ruang publik, persepsi mengkristal: Jokowi terkesan masih mampu menggerakkan instrumen kekuasaan hingga ke tingkat kabupaten dan kota. Kecurigaan pun merebak bahwa kementerian atau lembaga negara yang memiliki struktur vertikal di daerah ikut memfasilitasi gerakan politik ini. Maklum, banyak pimpinan lembaga vertikal tersebut merupakan figur-figur yang ditunjuk langsung pada masa sepuluh tahun Jokowi berkuasa.

Dampak dari gesekan ini mulai terasa di lapangan. Hubungan kausalitasnya mungkin masih diperdebatkan, namun realitasnya gerakan mahasiswa di Makassar, Sulawesi Selatan, mulai bergerak turun ke jalan. Mereka menyuarakan penolakan keras terhadap PSI dan mengecam kedatangan Jokowi ke tanah Daeng.

Gelombang penolakan ini melempar ingatan publik pada peristiwa demonstrasi besar pada Agustus tahun lalu. Saat itu, kemarahan publik atas karpet merah politik dinasti nyaris membakar legitimasi politik nasional.

Pertanyaannya kini: akankah para pimpinan negeri ini memiliki sensitivitas untuk menahan diri? Ataukah mereka memilih abai hingga memicu ledakan sosial yang jauh lebih besar dari Agustus silam?

Meski badai politik Agustus lalu tidak sampai meruntuhkan struktur pimpinan DPR RI, situasi hari ini memberikan alasan yang cukup kuat bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi total.

Penataan ulang struktur pimpinan, kementerian, dan lembaga dinilai mendesak demi memulihkan kepercayaan publik.

Rencana perombakan kabinet (reshuffle) pada Juni ini semestinya menjadi momentum emas. Untuk memperkuat stabilitas domestik dan keamanan dalam negeri, muncul opsi strategis: menaikkan kelas Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjadi Menteri Koordinator, sementara posisi Mendagri diisi oleh figur sekoci politik yang kuat seperti Sufmi Dasco Ahmad. Pergeseran ini, bersamaan dengan penggantian beberapa menteri sekunder serta kepala badan teknis, diharapkan mampu menyuntikkan energi baru bagi pemerintahan.

Sebab, musuh utama pemerintah saat ini bukanlah oposisi politik, melainkan indikator makro ekonomi yang terus memerah. Kabinet baru hasil reshuffle harus segera menyingsingkan lengan baju untuk fokus pada satu target utama: menjinakkan liarnya kurs dolar terhadap rupiah dan memotong rantai mahalnya harga-harga kebutuhan pokok di pasar.

Jika tidak, sekam kering di daerah-daerah akan benar-benar berubah menjadi api.

(Penulis adalah Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI)

(red/kontenborneo/rilsmsi)

Bagikan
Smsi
Display Kontenborneo 2
Kontenborneo.com Hut Ke 81 Ri
Hari Lahir Kejaksaan Ri Pemkab Batola
Turnamen Sepak Bola Gubernur Cup Road To Pangdam Xxiitb Cup
Pj Sekda Batola, Sugimin
Mari Bersama Menjaga Kalimantan Tengah Tetap Hijau, Aman, Dan Bebas Dari Karhutla
H. Agustiar Sabran, S.ikom Atas Pelantikannya Sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (pb Percasi) Masa Bakti 2026–2030
Hari Bhakti Adhyaksa Pemprov Kalteng
Hari Anak Nasional Pemkab Mura
Pemkab Barut Mari Kita Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Fenomena El Nino Godzilla Yang Dapat Membawa Dampak Kekeringan Ekstrem
Hut Bupati Barut
Batara Expo 2026
Tahun Baru Islam Pemkab Barut
Tahun Baru Uslam Pemkab Batola
Pimpinan Dan Anggota Dprd Kabupaten Barito Kuala Mengucapkanselamat Tahun Baru Islam 1 Muharram
Tahun Baru Islam Pemkab Mura
Berita Terkait
Presiden Dalam Rapat Bersama Sejumlah Menteri Di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Pada Selasa
Ekonomi BisnisHeadlinesNasionalPeristiwa

Perkuat Hubungan Ekonomi Global, Presiden Prabowo Dorong Penerapan IEU-CEPA Mulai Awal 2027

JAKARTA,kontenborneo — Presiden Prabowo Subianto memerintahkan agar proses penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive...

Ojk Terbitkan Dua Pojk Baru, Peralihan Pengawasan Bursa Mineral Dan Komoditas
Ekonomi BisnisHeadlinesNasional

OJK Terbitkan Dua POJK Baru, Peralihan Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Dimulai

JAKARTA, kontenborneo – Kepala Direktorat Komunikasi Publik OJK, Sekar Putih Djarot, menyampaikan...

Kapal Induk Its Giuseppe Garibaldi Dikawal Langsung Oleh 2 Fregat Kelas Brawijaya Kri Brawijaya 320 Dan Kri Prabu Siliwangi 321 Saat Memasuki Perairan Alki I, Kamis (1792026)
HeadlinesNasionalPeristiwa

Perkuat Kekuatan TNI AL, Kapal Induk Perdana ITS Giuseppe Garibaldi Tiba di Indonesia

JAKARTA,kontenborneo.com — Kapal induk perdana ITS Giuseppe Garibaldi akhirnya tiba di Tanah...

Sumpah Jabatan Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral Dan Komoditas Strategis Ojk
Ekonomi BisnisNasionalPeristiwa

Sarjito Resmi Disumpah Jadi Kepala Eksekutif Pengawas BMKS OJK Periode 2026-2031

JAKARTA, kontenborneo – Ketua Mahkamah Agung RI, Sunarto, secara resmi mengambil sumpah...