PALANGKA RAYA, kontenborneo.com – Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Provinsi Kalteng, Muhammad Syauqie, menekankan pentingnya peran pemuda dalam menciptakan suasana damai selama Nataru. Ia mengajak para pemuda untuk aktif membantu menjaga keamanan lingkungan sekitar dan mendukung kegiatan-kegiatan positif.
“Pemuda harus menjadi contoh dalam menjaga keharmonisan. Bersama-sama kita bisa menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan saling menghormati,” kata Syauqie, Jumat (13/12/2024).
Selain itu, dia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi yang aman dan kondusif. Sehingga nantinya segenap Umat Kristiani dapat merayakan Natal 2024 dengan khidmat dan nyaman.
“Kami mengimbau semua pihak, baik masyarakat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kerukunan,” kata Syauqie.
Menurut Syauqie yang juga anggota DPR RI, momentum Nataru merupakan saat yang dinanti banyak orang untuk merayakan kebersamaan. Karena itu, ia meminta masyarakat Kalteng untuk terus mengedepankan semangat toleransi dan kebersamaan.
“Mari kita jadikan Nataru sebagai momen untuk mempererat persaudaraan di tengah keberagaman,” imbuhnya.
Selain itu, dia pun menyampaikan apresiasi atas langkah Pemerintah Provinsi , maupun kabupaten/kota dan juga aparat keamanan yang telah melakukan persiapan untuk memastikan perayaan Nataru berlangsung aman. Dia meminta masyarakat untuk mendukung upaya tersebut dengan mengikuti aturan dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
“Mari kita dukung aparat keamanan yang bertugas. Jangan ada tindakan yang memicu konflik atau gangguan. Kesejahteraan dan kenyamanan masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama,” tandas Syauqie.
Secara khusus, anggota Komisi V DPR RI itu juga meminta semua operator transportasi untuk menjaga kualitas pelayanan dan tidak sembarangan menaikkan harga tiket jelang Nataru.
Ia juga mendesak ramp check ketat untuk memastikan keselamatan penumpang dan mengingatkan pentingnya pemeriksaan medis bagi awak transportasi. Pemerintah dan operator diharapkan mengantisipasi lonjakan penumpang dengan rekayasa lalu lintas yang tepat. (*/ari)