Muara Teweh, kontenborneo — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Barito Utara menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Deklarasi Sekolah Kebangsaan di SMA Negeri 4 Muara Teweh sebagai langkah memperkuat wawasan kebangsaan, semangat persatuan, dan karakter generasi muda di era perkembangan teknologi dan informasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Barito Utara, Rayadi, S.M., saat menghadiri kegiatan Deklarasi Sekolah Kebangsaan di SMAN 4 Muara Teweh, Kamis (4/6/2026).
Menurut Rayadi, sekolah memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga sebagai lingkungan untuk membentuk karakter peserta didik yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter generasi penerus bangsa yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Rayadi.
Ia mengatakan Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam serta keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama yang menjadi modal utama dalam membangun bangsa. Karena itu, generasi muda perlu dipersiapkan menjadi sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan memiliki jiwa nasionalisme yang kuat.
“Kita harus menyiapkan generasi yang unggul, berkarakter, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat agar mampu melanjutkan estafet pembangunan serta mengelola kekayaan sumber daya alam untuk kemakmuran bangsa, bukan menjadi sumber perpecahan,” tegasnya.
Rayadi juga mengingatkan para pelajar agar bijak memanfaatkan perkembangan teknologi, khususnya media sosial. Menurutnya, kemampuan menyaring informasi menjadi salah satu bentuk ketahanan ideologi yang harus dimiliki generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital.
“Jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Jadilah generasi yang cerdas dalam menggunakan media sosial dan menjadikan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan prestasi serta memperkuat semangat kebangsaan,” katanya.
Selain itu, ia mengajak seluruh warga sekolah untuk bersama-sama menolak berbagai perilaku yang dapat mengancam persatuan, seperti intoleransi, perundungan, radikalisme, penyalahgunaan narkoba, dan tindakan lain yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.
Rayadi turut mengapresiasi seluruh pihak yang telah berperan dalam mewujudkan SMAN 4 Muara Teweh sebagai Sekolah Kebangsaan. Ia berharap program tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan dan menjadi budaya di lingkungan sekolah.
“Kami berharap Sekolah Kebangsaan ini menjadi contoh dan inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan secara berkelanjutan. Komitmen yang telah dideklarasikan hari ini harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Rayadi mengajak seluruh siswa untuk terus belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati guru dan orang tua, menjaga persatuan, serta menjadi generasi yang berprestasi dan berakhlak mulia.
“Teruslah bermimpi setinggi langit dan berjuang meraih cita-cita. Jadilah generasi yang mampu menjaga persatuan bangsa, menghormati keberagaman, serta membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju, adil, dan sejahtera,” pungkasnya.
Kegiatan Deklarasi Sekolah Kebangsaan tersebut dihadiri Pengawas Pembina SMAN 4 Muara Teweh Nur Sofianingstyas, Kepala SMAN 4 Muara Teweh, Komite Sekolah, perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), para guru, siswa-siswi SMAN 4 Muara Teweh, serta sejumlah tamu undangan lainnya.(red/saleh/kominfo)

















