Palangka Raya, kontenborneo — Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menghadiri Penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) Hibah, Pemberian Penghargaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), serta Kuliah Umum di Aula Jayang Tingang (AJT) Lantai II Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis, 20/8.
Kegiatan strategis ini memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam mengoptimalkan program P4GN sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya narkotika.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengapresiasi peluncuran Gebyar Ananda Bersinar sebagai langkah membangun kesadaran dini di kalangan generasi muda.
“Gebyar Ananda Bersinar menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran generasi muda sejak dini terhadap bahaya narkotika serta menanamkan pola hidup sehat, produktif, dan bebas narkoba. Generasi muda merupakan aset bangsa yang harus dilindungi dari penyalahgunaan narkotika. Jika generasi muda terjerumus narkoba, bukan hanya masa depan mereka yang terancam, tetapi juga masa depan daerah dan bangsa,” tutur Gubernur.
Gubernur juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dalam memerangi peredaran barang haram tersebut.
“War on Drugs for Humanity atau Perang Melawan Narkoba untuk Kemanusiaan adalah semangat bersama untuk menyelamatkan masyarakat dan generasi mendatang. Perjuangan melawan narkoba bukan sekadar penegakan hukum, tetapi upaya melindungi masyarakat dari ancaman penyalahgunaan narkotika. Sejalan dengan semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, mari kita bersatu dan bersinergi dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Bumi Tambun Bungai,” jelas Gubernur.
Lebih lanjut, Gubernur menegaskan bahwa pemberantasan narkoba memerlukan kerja sama lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak.
“Persoalan narkoba tidak akan selesai jika hanya Badan Narkotika Nasional (BNN) atau kepolisian yang bergerak, tetapi memerlukan sinergi semua pihak sesuai peran masing-masing. Tidak boleh ada ruang bagi narkoba di Bumi Tambun Bungai. Melalui sinergi pemerintah, aparat penegak hukum, keluarga, sekolah, komunitas, dan masyarakat, kita dapat melindungi generasi muda agar tumbuh sehat, berkarya, berprestasi, dan meraih masa depan yang gemilang,” pungkas Gubernur.
Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Kalimantan Tengah Mada Roostanto menyatakan bahwa kehadiran Kepala BNN Republik Indonesia Suyudi Ario Seto menjadi momentum penting untuk mendongkrak komitmen bersama di wilayah Kalteng. “Kehadiran Kepala BNN Republik Indonesia Suyudi Ario Seto adalah kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami. Kehadiran ini memberikan semangat untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan P4GN, memperluas jangkauan pencegahan, serta memperkuat perlindungan masyarakat, khususnya generasi muda. Kami berharap momentum ini dapat mendorong langkah yang semakin terarah dan berkelanjutan dalam mewujudkan Kalimantan Tengah yang bersih dari narkoba,” ujar Mada.
Mada menambahkan, kolaborasi multisektoral memegang peranan kunci dalam menciptakan ketahanan masyarakat. “Pemberantasan narkoba membutuhkan keterlibatan semua pihak sesuai dengan peran masing-masing. Pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, dunia usaha, tokoh masyarakat, dan keluarga memiliki peran penting dalam membangun ketahanan masyarakat. Dengan kepedulian dan dukungan yang konsisten, kita dapat menciptakan lingkungan yang mampu mencegah penyalahgunaan narkotika dan memberikan ruang yang lebih baik bagi generasi muda untuk tumbuh dan berkembang,” imbuh Mada.
Kepala BNN Republik Indonesia Suyudi Ario Seto dalam pemaparannya menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas adalah fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045.
“Pembangunan sumber daya manusia adalah fondasi utama kemajuan bangsa. Kita membutuhkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, berintegritas, dan memiliki ketahanan diri terhadap narkotika. Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan melalui manusia yang berkualitas, sehingga perlindungan generasi muda harus menjadi tanggung jawab bersama,” tegas Suyudi.
Suyudi juga mengingatkan bahwa ancaman peredaran gelap narkotika saat ini telah merambah hingga ke tingkat pedesaan, sehingga tingkat kewaspadaan kolektif harus terus ditingkatkan.
“Ancaman narkotika nyata berada di sekitar kita dan telah menjangkau berbagai wilayah, termasuk desa. Temuan 45,96 gram sabu terkait jaringan dari Tumbang Samba Kabupaten Katingan, hingga Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas, dengan pengendalian dari Lapas Kelas IIA Palangka Raya, menunjukkan bahwa peredaran narkotika dapat bergerak lintas wilayah. Kondisi ini menjadi peringatan untuk memperkuat kewaspadaan mulai dari keluarga hingga lingkungan masyarakat,” papar Suyudi.
Lebih lanjut, BNN terus mengoptimalkan langkah pencegahan komprehensif melalui program SAKA Anti Narkoba, rehabilitasi, hingga pemberdayaan masyarakat.
“Penanganan narkotika tidak cukup melalui regulasi dan penegakan hukum. Pencegahan perlu diperkuat melalui SAKA Anti Narkoba, disertai rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan serta pemberdayaan masyarakat agar tetap mandiri dan produktif. Ketahanan keluarga, kampus, dan komunitas juga perlu dibangun melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” ungkap Suyudi.
Mengakhiri arahannya, Kepala BNN RI mengajak masyarakat memaknai HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan membentengi generasi bangsa dari bahaya narkoba.
“Kedaulatan sejati tidak hanya berarti merdeka sebagai bangsa, tetapi mampu melindungi generasi muda dari ancaman narkotika. Berani berkata tidak terhadap narkotika adalah wujud pengetahuan, keberanian, dan kendali diri. Mari kita wujudkan Kalimantan Tengah yang bersih dari narkotika demi generasi sehat, berprestasi, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tandas Suyudi.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo, unsur FORKOPIMDA, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kalimantan Tengah Lisda Arriyana, para bupati wilayah setempat (Bupati Barito Timur M. Yamin, Bupati Barito Selatan Eddy Raya Samsuri, Bupati Katingan Saiful, Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda, Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong), Kepala OPD terkait, perwakilan Gerakan Desa Anti Narkoba, organisasi kemasyarakatan, serta ratusan pelajar dan mahasiswa. (red/usm/mmckalteng)

















