PALANGKA RAYA,kontenborneo – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, H. Edy Pratowo, menghadiri Rapat Paripurna ke-11 Penutupan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025 sekaligus Pembukaan Masa Persidangan II Tahun Sidang 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Senin, 5 Januari 2026. Rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Arton S. Dohong ini menjadi momentum penting bagi jajaran eksekutif dan legislatif untuk menyelaraskan program pembangunan berdasarkan hasil serap aspirasi masyarakat.
Agenda utama rapat ini berfokus pada penyampaian laporan hasil reses anggota DPRD Kalteng dari lima daerah pemilihan yang telah dilaksanakan pada November 2025 lalu. Laporan tersebut merangkum berbagai kebutuhan mendesak masyarakat di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, ekonomi, hingga sektor ketahanan pangan seperti pertanian, perikanan, dan peternakan di seluruh wilayah Bumi Tambun Bungai.
Merespons laporan tersebut, Wagub Edy Pratowo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah atas kerja keras para anggota dewan dalam menjemput aspirasi warga. Ia menegaskan bahwa reses merupakan jembatan komunikasi yang sangat vital agar pemerintah dapat mendengar langsung harapan serta keluhan masyarakat di tingkat tapak.
Edy Pratowo berharap koordinasi dan kolaborasi antara Pemprov Kalteng dengan pihak legislatif semakin solid ke depannya. Sinergi ini dianggap sebagai kunci utama agar setiap kebijakan dan Peraturan Daerah yang dihasilkan mampu menyentuh esensi permasalahan rakyat serta menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh penduduk Kalimantan Tengah.
Sejalan dengan hal itu, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong menekankan pentingnya menjaga harmoni dan semangat kolegialitas di lingkungan lembaga legislatif maupun dengan mitra kerja. Arton menggarisbawahi bahwa setiap kebijakan yang berkualitas harus lahir dari pendalaman kajian ilmiah serta dialog konstruktif bersama pemerintah dan akademisi guna memastikan setiap keputusan benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat luas.(red/usm/kontenborneo)

















