MUARA TEWEH-Ancaman inflasi yang mulai dirasakan masyarakat mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk DPRD Barito Utara. Ketua Komisi II DPRD Barito Utara, H. Taufik Nugraha, menilai program Kepak Batara yang digagas Pemerintah Kabupaten Barito Utara sebagai langkah strategis untuk melindungi ekonomi keluarga dari gejolak harga pangan.
Menurut Taufik Nugraha, penguatan ketahanan pangan rumah tangga menjadi solusi nyata di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. Dengan mendorong kemandirian keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan, tekanan inflasi dinilai dapat ditekan sejak dari tingkat paling dasar.
“Di situasi seperti sekarang, program Kepak Batara sangat relevan. Penguatan ketahanan pangan keluarga adalah langkah konkret agar inflasi tidak langsung berdampak pada pengeluaran rumah tangga,” ujar Taufik Nugraha, Jumat (5/12/2025).
Ia menegaskan, DPRD melalui Komisi II siap memberikan dukungan, baik dari sisi pengawasan maupun kebijakan, agar program tersebut berjalan efektif dan tepat sasaran. Namun demikian, ia menekankan keberhasilan Kepak Batara sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.
“Keterlibatan kelompok tani, PKK, dan komunitas lokal sangat menentukan. Jika masyarakat terlibat langsung, program ini akan benar-benar dirasakan manfaatnya,” tambahnya.
Sebelumnya, Bupati Barito Utara H. Shalahuddin menyatakan Kepak Batara merupakan strategi pemerintah daerah untuk memperkuat kemandirian pangan keluarga agar tidak sepenuhnya bergantung pada pasar. Hal senada disampaikan Pelaksana Proyek Perubahan PKN I, Hery Jhon Setiawan, yang menekankan pentingnya fondasi ekonomi keluarga yang tangguh dalam menghadapi tekanan inflasi.
Pemerintah daerah bersama DPRD berharap Kepak Batara dapat menjadi gerakan bersama yang memperkuat ketahanan ekonomi keluarga serta menciptakan masyarakat Barito Utara yang lebih mandiri dan tangguh menghadapi dinamika ekonomi. (red)

















