MUARA TEWEH, KONTENBORNEO – Pemerintah Kabupaten Barito Utara memaparkan strategi ambisius untuk menekan angka kemiskinan dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya, Kamis, 20 November 2025.
Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, dan dihadiri oleh para wakil kepala daerah se-Kalteng, termasuk Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan. Rakor ini merupakan tindak lanjut pembentukan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) 2022–2026.
Wakil Gubernur Edy Pratowo menegaskan bahwa penanggulangan kemiskinan harus diselaraskan dengan komitmen nasional dan global, mencakup akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan kualitas hidup masyarakat.
Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, memaparkan bahwa data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 mencatat angka kemiskinan di Barito Utara sebesar 5,52 persen. Angka ini dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi, kenaikan garis kemiskinan, dan tingginya angka pengangguran.
Menanggapi tantangan tersebut, Pemkab Barito Utara menetapkan target yang terukur.
“Pemkab Barito Utara menargetkan penurunan angka kemiskinan menjadi 4,6 persen pada tahun 2030,” kata Felix Sonadie Y. Tingan.
Target ini akan dicapai melalui strategi tiga pilar, yaitu pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan, serta penurunan kantong kemiskinan di seluruh wilayah.(red/kontenborneo)

















