PALANGKA RAYA, Kontenborneo.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng), Yohannes Freddy Ering, mendesak Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di provinsi itu untuk segera mencari terobosan baru dan tidak lagi bergantung pada suntikan modal dari pemerintah daerah. Freddy Ering menegaskan bahwa kemandirian dan inovasi merupakan kunci utama agar BUMD dapat benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Penyertaan modal memang kita butuhkan, tetapi itu bukan satu-satunya jalan. Potensi daerah kita besar sekali, dan semua itu harus BUMD gali dengan ide-ide segar serta semangat kerja yang kreatif,” tutur Freddy, Sabtu (29/10).
Politisi Partai PDI-Perjuangan ini memberikan apresiasi kepada Bank Kalteng yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, ia juga berharap perusahaan daerah lainnya, seperti PT Jamkrida dan PT Banama Tingang Makmur, dapat terus berbenah dan menjadi lebih produktif serta berdampak positif bagi masyarakat.
“BUMD bukan hanya soal angka-angka di laporan keuangan, tetapi ini tentang bagaimana mereka bisa memberikan nilai tambah dan membuka peluang usaha baru bagi warga,” ujar Freddy penuh harap.
Ia pun menekankan bahwa pemerintah daerah dan manajemen BUMD harus berjalan seirama dalam upaya membangun kemandirian ekonomi daerah. Yohannes Freddy Ering percaya, dengan pengelolaan yang profesional dan semangat inovasi yang kuat, BUMD di Kalteng akan mampu menjadi tulang punggung ekonomi daerah yang sesungguhnya. (red/Kontenborneo.com)

















