MARABAHAN, kontenborneo.com – Guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja kelembagaan, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Kuala (Batola) terus melakukan optimalisasi pelayanan terhadap para anggota dewan.
Upaya ini diwujudkan melalui penyediaan dukungan administratif, fasilitasi kegiatan kedewanan, serta penyempurnaan tata kelola pelayanan yang berbasis kebutuhan.
Sekretaris DPRD Batola, M Haris Isroyani, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya aparatur serta pemanfaatan teknologi informasi menjadi bagian penting dalam proses optimalisasi tersebut.
“Tujuannya agar seluruh kegiatan legislatif dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan mutu pelayanan juga diharapkan mampu mendorong DPRD dalam menjalankan tiga fungsi utamanya, yaitu fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan secara maksimal. Selain itu, langkah ini juga dinilai penting untuk menciptakan hubungan kerja yang harmonis dan profesional antara sekretariat dan anggota DPRD.
“Yang paling utama adalah, bagaimana terjalin hubungan harmonis antara lembaga legislatif dan eksekutif,” tegas Haris, Kamis (31/7).
Lebih lanjut, Haris menekankan pentingnya sinergitas antara Sekretariat DPRD dengan Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Batola dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Kolaborasi ini difokuskan pada penyelarasan agenda strategis antara legislatif dan eksekutif, terutama dalam proses perumusan kebijakan daerah serta penyusunan produk hukum.
“Sinergitas ini diwujudkan melalui koordinasi yang intensif, pertukaran data dan informasi yang akurat, serta dukungan administratif yang terintegrasi,” paparnya.
Menurutnya, hal tersebut sangat krusial untuk menciptakan keselarasan antara keputusan politik DPRD dan kebijakan teknokratik dari pemerintah daerah, yang pada akhirnya akan mendorong terwujudnya pembangunan daerah yang partisipatif dan berkelanjutan.
Kedua belah pihak, lanjut Haris, berkomitmen memperkuat komunikasi dan kerja sama lintas unit, guna memastikan penyelenggaraan pemerintahan yang lebih responsif, transparan, dan akuntabel.
Haris menambahkan, dalam proses optimalisasi kinerja kelembagaan ini, Haris mengidentifikasi empat isu strategis yang menjadi tantangan utama, yaitu: Keterbatasan kapasitas sumber daya manusia (SDM); Adaptasi terhadap transformasi digital; Peningkatan kualitas pelayanan publik; Penyusunan dan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ).
“Keempat isu ini harus direspons dengan langkah konkret agar proses pelayanan dan kinerja lembaga berjalan optimal,” tandasnya.
Dengan strategi yang menyeluruh dan berbasis kolaborasi lintas sektor, Sekretariat DPRD Batola menargetkan pelayanan kelembagaan yang adaptif, berkinerja tinggi, serta mampu memenuhi kebutuhan dinamika pemerintahan daerah ke depan. ( red)

















