MUARA TEWEH,kontenborneo– Pemerintah Kabupaten Barito Utara memberikan perhatian serius terhadap penguatan ekonomi desa dengan menggelar pelatihan digitalisasi bagi para pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk membekali pengelola koperasi dengan sistem teknologi informasi yang modern dan terintegrasi, (10/2)
Bupati Barito Utara Shalahuddin, melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Eveready Noor, menegaskan bahwa para pengelola KDKMP kini memegang tanggung jawab besar dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi pengelola agar mampu bersaing di era ekonomi global.
Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 sekaligus implementasi strategi pembangunan 11.12 GASPOL yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Barito Utara.
“Digitalisasi menjadi keharusan bagi pengelola agar koperasi mampu menjadi motor swasembada pangan dan hilirisasi produk desa sesuai arahan pemerintah pusat,” ujar Eveready Noor saat membuka kegiatan.
Pemerintah menekankan bahwa keberhasilan KDKMP sangat bergantung pada integritas dan kecakapan para pengelolanya dalam mengadopsi sistem digital. Dengan beralih ke sistem teknologi, pengelola dapat menjalankan fungsi manajerial yang lebih transparan, efektif, dan akuntabel, sehingga kepercayaan masyarakat desa terhadap koperasi semakin meningkat.
“Digitalisasi mampu mendorong pengelolaan koperasi yang lebih modern dan akuntabel, sekaligus meminimalisir potensi penyimpangan serta mempercepat pengambilan keputusan oleh para pengelola,” tambahnya.
Pelatihan yang dipusatkan di Aula SMP Negeri 1 Muara Teweh ini berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Februari 2026. Sebanyak 50 orang pengelola dari 25 KDKMP mengikuti bimbingan teknis ini dengan harapan mereka mampu membawa koperasi tumbuh menjadi lembaga profesional yang memberikan dampak kesejahteraan nyata bagi masyarakat di tingkat desa.(red/sal)

















