KASONGAN, kontenborneo.com – Ratusan nelayan di wilayah Katingan bagian selatan, meliputi Kecamatan Tasik Payawan, Kamipang, Mendawai, dan Katingan Kuala, mengusulkan bantuan modal serta percepatan akses jalan Pakahi (Kamipang) menuju Desa Kampung Melayu (Mendawai).
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan, Riming, mengungkapkan usulan ini setelah dirinya melakukan reses ke wilayah selatan tersebut. Ia menyampaikan informasi ini kepada awak media melalui telepon seluler pada Sabtu (28/6).
Riming menjelaskan bahwa aktivitas utama masyarakat di empat kecamatan tersebut adalah bertani, berkebun, dan melaut/menangkap ikan. Bagian selatan Katingan memang berpotensi besar dalam hal perikanan, mencakup ikan darat, ikan sungai, maupun ikan laut.
Usulan bantuan permodalan ini penting untuk mengembangkan usaha mereka. Meskipun hasil tangkapan ikan melimpah, nelayan kesulitan beraktivitas karena terkendala modal operasional.
BBM Non Subsidi Membengkak Biaya Operasional
Legislator PDI Perjuangan ini menyoroti permasalahan utama yang dihadapi nelayan terkait Bahan Bakar Minyak (BBM). Sarana dan prasarana nelayan mungkin cukup, namun mereka kesulitan membeli BBM jenis solar.
“Karena, selama dua tahun ini mereka harus menggunakan BBM jenis dexlite non subsidi dengan harga jauh di atas harga solar lantaran sudah dua tahun ini tidak ada lagi pangkalan dan SPBU menjual solar bersubsidi,” ujarnya.
Penggunaan dexlite non subsidi ini menyebabkan modal untuk mencari ikan membengkak, sementara harga jual ikan tetap stabil seperti dua tahun lalu. Akibatnya, total keuntungan nelayan menurun, bahkan sering kali impas atau merugi.
Khusus usulan percepatan akses jalan dari Pakahi (Kamipang) ke Kampung Melayu (Mendawai), Riming menilai dampak positifnya akan sangat besar bagi nelayan di empat kecamatan. Ia memprediksi penghasilan nelayan akan meningkat karena:
“Masalahnya, mereka saat menjual hasil tangkapan ikannya tidak lagi menggunakan kelotok yang berbahan bakar dexlite non subsidi, tapi menggunakan kendaraan roda dua bahan berbakar pertalite bersubsidi,” tutur wakil rakyat asal dapil Katingan II ini.
Riming menyebutkan beberapa desa penghasil ikan besar, di antaranya Desa Gelinggang (Kamipang) dengan ikan darat (haruan, papuyu, toman), Desa Tumbang Bulan (Mendawai) dengan ikan sungai (baung, lais, udang galah), dan Pegatan (Katingan Kuala) dengan potensi ikan laut (tenggiri, udang laut, kepiting, cumi-cumi).

















