KASONGAN, kontenborneo.com – Anggota DPRD Kabupaten Katingan, Sugianto, kembali menyoroti kondisi sejumlah Puskesmas Pembantu (Pustu) yang tersebar di desa-desa. Ia menyebutkan bahwa cukup banyak bangunan Pustu yang sudah berusia lebih dari 15 tahun dan kini mulai rusak, sehingga mengganggu kenyamanan pelayanan kesehatan masyarakat.
Sugianto mengungkapkan bahwa sebagian besar bangunan Pustu ini dibangun pada era Bupati Duwel Rawing. Seiring berjalannya waktu, atap dan plafon di banyak Pustu kini mengalami kerusakan. Ia menyayangkan bahwa meskipun sejumlah usulan perbaikan sudah disampaikan, realisasi dari Dinas Kesehatan belum berjalan.
Kondisi yang lebih parah terjadi di Desa Kuluk Sapangi, Kecamatan Katingan Hulu. Sugianto menyoroti bahwa sejak Katingan menjadi kabupaten, Pustu di desa tersebut belum pernah dibangun sama sekali, padahal kebutuhan akan fasilitas kesehatan tersebut dinilai sangat mendesak.
Sugianto memahami bahwa keterbatasan keuangan daerah mungkin menjadi kendala utama. Namun, ia menekankan bahwa bila alasan kendala anggaran ini selalu terjadi setiap tahun, pemerintah daerah harus mencari langkah terobosan agar persoalan infrastruktur kesehatan ini tidak terulang terus-menerus.
Ia berharap bahwa bila kondisi anggaran daerah membaik, mulai tahun 2026 mendatang, pembangunan dan perbaikan Pustu dapat masuk dalam skala prioritas utama. Sugianto juga
“Mengimbau pemerintah desa dan tokoh masyarakat untuk turut mendorong Dinas Kesehatan melalui forum resmi, agar kebutuhan pelayanan kesehatan di pedesaan segera mendapat jawaban” ungkap Sugianto.

















