MARABAHAN,kontenborneo — Wakil Bupati Barito Kuala sekaligus Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Barito Kuala (Batola) periode 2025–2030, H. Herman Susilo, S.M., mengajak seluruh komponen PMI, relawan, dan masyarakat untuk saling bekerja sama, bahu-membahu, serta bergerak cepat membantu warga yang mengalami kesusahan.
“Saling berbagi informasi di lapangan dan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar H. Herman Susilo, S.M. saat membuka peringatan HUT ke-81 PMI Kabupaten Batola di Aula Selidah, Marabahan, Minggu (20/09/2026).
Dalam kesempatan tersebut, tokoh yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Batola ini menyoroti ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta peningkatan suhu udara ekstrem yang berpotensi memicu bencana di wilayah Barito Kuala. Beliau mengingatkan bahwa kondisi darurat cuaca tersebut memerlukan kesiapsiagaan penuh dari seluruh elemen.
H. Herman Susilo, S.M. juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus, relawan, dan anggota PMR yang selama ini tak kenal lelah mengabdi untuk kemanusiaan di Kabupaten Batola. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dan organisasi untuk terus menghadirkan program-program kemanusiaan terbaik ke depannya demi meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat.
Ia berharap di usia ke-81 ini PMI Kabupaten Batola dapat semakin berkembang pesat, terus berinovasi, serta memberikan manfaat yang lebih luas dan nyata bagi seluruh masyarakat Batola.
Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap kesiapsiagaan bencana di tingkat lokal, dalam kesempatan tersebut secara simbolis diserahkan satu unit Tas Rescue (PMI Kit) lengkap untuk setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Batola. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan penguatan kapasitas pelayanan kemanusiaan dan respons cepat bencana langsung dari tingkat kecamatan.
Acara peringatan ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Batola Ayu Dyan Liliana Sari Wiryono, tokoh masyarakat H. Rahmadian Noor, serta sekitar 150 peserta yang terdiri dari anggota Palang Merah Remaja (PMR), pengurus PMI tingkat kabupaten dan kecamatan, serta para relawan kemanusiaan. (red)


















