MARABAHAN,kontenborneo – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Barito Kuala, Aris Saputera, memaparkan sejumlah agenda strategis terkait pelayanan publik dan kebijakan internal pemerintah daerah. Hal tersebut ia sampaikan saat bertindak sebagai Pembina Apel di halaman Kantor Bupati Barito Kuala pada Senin, 6 April 2026.
Dalam amanatnya, Aris menyoroti kendala teknis aplikasi Smart Presensi (SP) yang kerap melambat pada hari Senin dan Jumat akibat lonjakan trafik. Sebagai solusi jangka panjang, tim Bidang E-Gov saat ini tengah melakukan pembaruan sistem secara menyeluruh.
“Saat ini tim Bidang E-Gov sedang melakukan pengembangan dan pembaruan sistem. Kedepannya, aplikasi SP tidak hanya tersedia bagi pengguna Android, tetapi juga akan segera hadir di platform iOS (iPhone) untuk memudahkan seluruh ASN,” ujar Aris.
Terkait penguatan infrastruktur, Diskominfo Batola telah memasang hampir 150 titik Access Point di berbagai SKPD dan fasilitas umum. Kedepannya, sistem Wi-Fi akan disederhanakan menjadi dua identitas (SSID), yakni “Pemkab Batola” untuk akses publik otomatis dan “Kominfo_[Nama SKPD]” khusus untuk menunjang produktivitas pegawai.
Selain infrastruktur digital, Aris juga mengumumkan bahwa Pemkab Batola akan memberlakukan sistem kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) sebesar 50% bagi staf, kecuali pejabat eselon II dan III. Kebijakan ini mewajibkan ASN melakukan absensi di titik koordinat rumah masing-masing dan tetap bersiaga saat dihubungi pimpinan. Namun, kebijakan WFH ini tidak berlaku bagi unit pelayanan publik seperti BPBD, Dukcapil, Dinas Kesehatan, dan instansi layanan lainnya.
“ASN dilarang berada di pusat perbelanjaan atau tempat wisata selama jam kerja dan wajib sigap saat dihubungi pimpinan,” tegasnya.
Menutup arahannya, Aris mengingatkan implementasi Peraturan Menteri Kominfo terkait perlindungan anak di ranah digital, terutama pembatasan akses media sosial dan gim bagi anak di bawah usia 16 tahun yang sudah dimulai sejak akhir Maret lalu.
“Kami meminta bantuan para orang tua, khususnya ASN, untuk lebih ketat mengawasi penggunaan gawai pada anak. Mari kita manfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif dan aman bagi generasi mendatang,” pungkas Aris. (red/kontenborneo/kominfo)


















