JAKARTA ,kontenborneo– Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) kembali mencetak prestasi di kancah nasional. Kali ini, Kalsel sukses memboyong penghargaan kategori “Innovation in Public Service 2026” dalam ajang Indonesia Rising Stars Award 2026 yang digelar di Royal Glasshouse, Park Hyatt Hotel Jakarta Pusat, Jumat (16/1/2026).
Pihak penyelenggara memberikan penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Pemprov Kalsel dalam melakukan akselerasi keterbukaan informasi publik. Dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun, Kalsel berhasil melakukan lompatan besar, mengubah status dari provinsi yang semula “Cukup Informatif” menjadi provinsi dengan predikat tertinggi, yakni “Informatif”.
Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Muhamad Muslim, hadir mewakili Gubernur Kalimantan Selatan untuk menerima langsung trofi penghargaan tersebut. Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Hashim Djojohadikusumo, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, dan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Rifky Harsya.
Dalam kesempatan tersebut, Muhamad Muslim menyampaikan rasa syukur serta apresiasinya atas pengakuan nasional terhadap kinerja pelayanan publik di Bumi Lambung Mangkurat. Ia menegaskan bahwa capaian ini adalah buah dari kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah.
”Penghargaan ini merupakan bukti nyata komitmen Bapak Gubernur dan seluruh jajaran Pemprov Kalsel dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang transparan. Inovasi keterbukaan informasi yang kami jalankan terbukti mampu memberikan perubahan signifikan dalam waktu singkat, yakni kurang dari tiga tahun,” tegas Muslim.

Ia juga menambahkan bahwa penghargaan ini akan menjadi motivasi besar bagi Pemprov Kalsel untuk terus melahirkan inovasi-inovasi baru demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Ajang Indonesia Rising Stars Award 2026 merupakan hasil kolaborasi antara Sarga.co, Metro TV, dan Wisdom Crowd. Penghargaan ini didedikasikan khusus bagi organisasi maupun individu yang mampu menciptakan inovasi dengan dampak luas dalam waktu singkat, yakni di bawah lima tahun.(red/kontenborneo/MC Kalsel)

















