MUARA TEWEH ,kontenborneo– Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, menegaskan tantangan pembangunan tahun 2026 akan semakin kompleks, sehingga memerlukan kepemimpinan camat yang kuat dan komunikatif. Penekanan ini disampaikan Bupati saat Rapat Koordinasi Camat se-Barito Utara,berlangsung di Balai Antang Muara Teweh pada Rabu (5/11)
Shalahuddin menyebut, “Camat adalah pemimpin wilayah yang menjadi teladan, pengayom, dan motor perubahan. Peran mereka sangat strategis dalam memastikan program pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.”
Ia menjelaskan empat prinsip utama pembangunan 2026—yakni pemerataan, keterpaduan, efisiensi, dan keberlanjutan—yang harus menjadi pedoman camat. Selain itu, Bupati menekankan pentingnya kolaborasi lintas elemen, termasuk pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan sektor usaha, karena pembangunan harus menjadi gerakan bersama dan tidak hanya ditopang oleh pemerintah daerah.
Bupati menyampaikan bahwa tantangan pembangunan tahun 2026 akan semakin kompleks sehingga diperlukan kepemimpinan camat yang kuat, komunikatif, dan mampu menjaga harmonisasi dengan berbagai pihak. Ia menekankan pentingnya menyatukan komitmen dan langkah kerja dalam menerjemahkan visi kabupaten hingga ke tingkat paling bawah. (red/kontenborneo)

















